jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 22, 2024

35 orang masih hilang dan dalam pencarian.

Jakarta (JurnalPagi) – Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) mengungkapkan ratusan korban longsor di kawasan pertambangan emas lokal di Suwawa Timur, Kecamatan Buon Bulangu, Gorontalo tersebar di empat tempat berbeda.

Total korban yang tercatat dalam peristiwa ini berjumlah 131 orang, kata Manajer Operasional Besarnas Eddie Prakoso dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa malam (9/7).

Ia mengatakan, sejak hari pertama Minggu (7/7) hingga hari ketiga, operasi SAR ini mengakibatkan total 58 korban berhasil dievakuasi oleh tim gabungan petugas SAR.

Posko utama operasi SAR di Desa Tulabolo Timur mencatat 23 orang tewas dan 73 orang selamat dengan luka ringan dan berat.

“Masih ada 35 orang yang hilang dan masih dalam pencarian. Jumlah korban sementara dan bisa berubah jika kami mendapat laporan dari warga,” ujarnya yang kini berada di lokasi kejadian.

Sebelumnya, Ketua Basarnas Kusrowo mengungkapkan, pihaknya berupaya mengerahkan alat berat untuk memaksimalkan pencarian dan evakuasi korban. Selain itu, tambahan helikopter. Tim SAR gabungan saat ini mengandalkan helikopter untuk membantu Polri.

Berdasarkan hasil pantauannya pada Selasa malam, akses dari posko menuju lokasi kejadian berjarak puluhan kilometer di dalam hutan perbukitan, atau setidaknya memakan waktu 4 hingga 5 jam bagi pasukan infanteri.

Menurutnya, waktu tempuh personel SAR 1009 bisa semakin lama jika hujan terus turun, kondisi tanah tidak stabil, dan jembatan penyeberangan serta helikopter digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Tim SAR berupaya mengevakuasi korban longsor Gorontalo dengan helikopter
Besarnas Kerahkan Tim Elit Cari Korban Longsor Tambang Emas Gorontalo.

Koresponden : M. Rizko Bima Elko Prastiv
Editor : D.Dj. Clevantoro
Hak Cipta © JurnalPagi 2024