Psikolog memperingatkan bahwa pelecehan seksual juga bisa terjadi pada pria

Jakarta (JurnalPagi) – Psikolog dan Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Livia Istanya DF Iskandar mengingatkan, pelecehan seksual juga bisa terjadi pada pria, terutama pria dewasa.

Namun, ia menambahkan, seringkali laki-laki lebih sulit mengaku sebagai korban pelecehan seksual karena masih adanya stereotip di masyarakat yang menganggap selalu laki-laki yang menjadi pelaku.

“Laki-laki lebih sulit mengatakan dirinya korban karena ada stereotype bahwa laki-laki, apalagi orang dewasa, tidak boleh menjadi korban,” kata Livia saat dihubungi JurnalPagi.Namun kenyataannya, ya, setiap orang bisa menjadi korban .” Panggilan pada hari Rabu

Ketika seseorang mengalami pelecehan seksual, Livia menekankan bahwa orang-orang di sekitarnya harus mendukung korban dan bukan Menyalahkan korban Atau menyalahkan korban.

“Katanya” Kisah di Balik Terungkapnya Skandal Harvey Weinstein

Pelecehan seksual bisa terjadi di mana saja, termasuk di tempat umum. Saat pelecehan terjadi di ruang publik, Livia mengingatkan agar masyarakat tidak tinggal diam dan hanya menonton.

“Hanya saja, jangan cuek. Kamu bisa memberi Peringatan Misalnya, jika korban tidak menyadari bahwa peristiwa itu sedang terjadi. “Atau kita bisa membuat populasi agar nanti masyarakat mendapat informasi bahwa pelecehan seksual terjadi di sekitar mereka,” ujar Livia yang juga pendiri Pulier Foundation Counseling Center.

Untuk itu, kata dia, perlu adanya edukasi publik tentang apa sebenarnya arti pelecehan seksual dan mengapa penting untuk mendukung siapa pun yang menjadi korban.

Baik korban laki-laki maupun perempuan, Livia juga mengingatkan bahwa mereka memiliki hak dan kesempatan untuk mendapatkan pertolongan dan pemulihan mental. Selain itu, lanjutnya, korban kerap mengalami masa syok saat terjadi penganiayaan. Selain itu, korban juga memiliki hak untuk melaporkan tindakan pelecehan seksual dan menuntutnya.

Ia mengatakan, Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) yang baru disahkan memasukkan pelecehan seksual sebagai unsur pidana sehingga bisa dilaporkan.

“Karena ini adalah fenomena yang lebih langka [pelecehan seksual terhadap laki-laki], tapi itu terjadi. Dan siapa pun yang menjadi korban, jangan khawatir untuk melaporkan kejadian tersebut karena kita semua dilindungi oleh undang-undang baru ini.”

Sebelumnya, beredar video di TikTok yang memperlihatkan musisi Pradikta Wicaksono alias Dikta diduga mengalami pelecehan seksual usai manggung di Paviliun Sarina, Jakarta pada Jumat (13/1) malam. Video yang sudah banyak dibagikan oleh para penggemar itu dirilis pada Minggu (15/1).

Dalam video tersebut, Dicta berusaha keluar dari booth Sarina, melewati para fans dan masuk ke dalam restoran. Sesampainya di restoran, Dicta tampak menutupi auratnya dan membungkuk seperti kesakitan.

Namun saat dihubungi JurnalPagi, sejauh ini pihak yang mewakili Dikta belum mengkonfirmasi kejadian tersebut.

Kevin Spacey Bantah Tujuh Lagi Tuduhan Pelecehan Seksual

MUI meminta orang tua lebih selektif dalam memilih lembaga pendidikan

Caesar Awards tidak diundang untuk orang yang terlibat pelecehan

Koresponden: Rizka Kharonisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *