jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 14, 2024

JAKARTA (JurnalPagi) – Psikiater RSUD Tarakan, Jakarta, dr. Zulvia Oktanida Syarif, Sp.KJ mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai masalah kesehatan kerja di tempat kerja agar tidak mengganggu produktivitas.

“Mungkin ada yang tidak terdiagnosis gangguan jiwa, tapi sebenarnya tidak sehat mentalnya. Ada orang seperti itu, jadi harus hati-hati,” kata Zuluya dalam webinar “Menjaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja,” yang dipantau. Di Jakarta, Jumat

Gejala gangguan jiwa yang dialami orang yang berhubungan dengan pekerjaan umumnya antara lain gangguan tidur, stres akibat tekanan pekerjaan, hilangnya motivasi untuk mulai bekerja, dan berkurangnya interaksi dengan keluarga akibat terlalu banyak bekerja, jelas Zuluya. Menurut dia, gejala tersebut berdampak pada penurunan tingkat produktivitas.

Psikiater: Rutinitas yang berbeda bisa mengurangi kelelahan mental

Gejala gangguan jiwa dapat terjadi karena beberapa faktor antara lain tuntutan pekerjaan yang tinggi, budaya organisasi yang tidak tepat, budaya perundungan dan pelecehan sehingga membuat seseorang merasa tertekan dan stres. Tak hanya itu, jam kerja yang terlalu panjang juga membuat seseorang merasa lelah dan berdampak pada kesehatan mental.

“Harus selalu siap, meski di rumah, cuti, liburan, tapi tetap mengurus pekerjaan. Hal ini membuat pekerja merasa stres sehingga tidak sehat secara psikologis,” kata Zuluya.

Dokter menyarankan agar seseorang yang merasa mengalami stres kerja sebaiknya melakukan berbagai hal saat berada di tempat kerja agar merasa nyaman.

Jika cara ini tidak berhasil, para pekerja disarankan mengambil cuti untuk menyegarkan pikiran sebelum kembali bekerja tepat waktu.

“Pilih rute yang berbeda ke tempat kerja, atau gunakan metode transportasi yang berbeda. Anda juga bisa membuat lingkungan kerja lebih bahagia dengan musik atau dekorasi,” ujarnya.

Cara mengatasi gangguan jiwa yang terakhir adalah dengan memeriksakan diri ke psikolog agar bisa ditangani dengan baik.

“Mungkin ingin bercerita, bebaskan pikiran agar lebih rileks. Mungkin cara ini bisa membantu seseorang mengambil keputusan lebih bijak dalam bekerja,” ujarnya.

Mengurus tugas di luar jam kerja bisa menimbulkan stres

Berpelukan bisa menghilangkan stres

Psikiater menyarankan untuk tidak mendiagnosis penyakit mental sendiri

Koresponden : Adimas Raditya Fahki P
Editor: Natisha Andarningtias
Hak Cipta © JurnalPagi 2024