jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 25, 2024

JAKARTA (JurnalPagi) – Produsen biji kopi lokal perlu lebih percaya diri dalam memperluas pasar luar negeri, menurut pendiri dan CEO start-up Fore Coffee Indonesia, Vico Lomar.

Wiko mengaku pernah melihat biji kopi Indonesia seperti Aceh Gayo dan Mandailing Sumatra pada menu kedai kopi di Korea Selatan dan Singapura.

Ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Pusat, Wiko mengatakan, “Merek-merek sudah mendatangkan biji kopi dari Indonesia, seperti Aceh Gayo yang dibawa Korea, dan (Mandailing) Sumatra yang dibawa ke Singapura dengan merek kopi Tiongkok. Ini harus menjadi momen Be for Indonesia .” Rabu.

Barista wanita bertekad menunjukkan potensi kopi Indonesia kepada dunia

Bukan tidak mungkin startup retail kopi asal Indonesia bisa membuka cabang di luar negeri, dan oleh karena itu, Vico optimis Fore Coffee bisa melakukan hal tersebut.

Namun, menjalin kemitraan dengan produsen biji kopi lokal terkemuka bukanlah tugas yang mudah.

Karena pada waktu tertentu, perusahaan harus rajin mencari di berbagai tempat untuk menemukan produsen yang siap mencapai tujuan mereka, namun hal ini memakan biaya dan waktu.

Indonesia Promosikan Kopi Indonesia di MICE 2024 di Australia

Terkadang saat eksplorasi berlangsung, produsen yang sudah siap justru memilih agen untuk menjual biji kopi premiumnya dengan harga yang relatif lebih murah, namun mereka terbantu karena bisa menjualnya lebih cepat dan mudah.

“Di pihak mereka (produsen), mungkin juga banyak kendala, seperti dukungan, akses, dan pelatihan cara menjual biji kopinya ke luar negeri agar bisa menghasilkan (profit) biji yang bagus. Padahal produknya bagus, tapi di Di Indonesia produk ini sepertinya memiliki harga yang murah (.diremehkankata Vico.
partikel untuk benda langsung
Untuk mengubah hal-hal mendasar, mengembangkan potensi yang ada dan melawan keterbatasan melalui secangkir kopi, Fore Coffee meluncurkan kampanye #Forevolution.

Perempuan di Komunitas Petani Kopi Diberdayakan Melalui Bentani

Dalam kampanye ini, Fore Coffee menciptakan platform untuk memberikan penghargaan kepada delapan orang yang memiliki misi yang sama melalui ikon Fore Essentials.

Orang-orang ini memiliki nilai orisinalitas dan semangat untuk melakukan perubahan dalam memberdayakan, mempengaruhi dan mentransformasikan keadaan di bidangnya masing-masing.

Delapan ikon minuman Fore termasuk Kathy Sharon, seorang wanita mandiri dan filantropis, yang mewakili rangkaian minuman Buttercream.

Kemudian, aktor dan penggila olahraga Dion Vico mewakili rangkaian minuman Americano. Ayu Gani, model internasional, untuk Cafe Malt Latte.

Lalu perancang busana Jenahara dengan minuman Pandan Latte. Pembuat konten kelestarian lingkungan Jerhemy Owen mewakili rangkaian produk Butterscotch Sea Salt Latte.

Terakhir adalah Chef Yoda Bustara yang mewakili jenis minuman Caramel Praline Macchiato.

Wiko mengatakan: “Kami berharap kedelapan ikon minuman Fore Coffee ini dapat mengambil langkah nyata dalam mewujudkan misi kami. Kami juga mengajak masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam misi Fore Coffee untuk memperkenalkan potensi secangkir kopi Indonesia ke mancanegara.”

Kemenko Kelautan dan Perikanan berharap Indonesia perkuat tradisi lewat kopi

Koresponden: Abdo Faisal
Redaktur : Siti Zulikha
Hak Cipta © JurnalPagi 2024