jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 16, 2024

JAKARTA (JurnalPagi) – Bek Kroasia Dejan Lovren mencoba untuk rendah hati namun kemudian mengungkapkan bahwa Brasil memiliki tim utama dan divisi dua yang kuat, menyimpan rahasia mematikan melawan Brasil.

Di sisi lain, striker asal Brasil Vinicius Junior mengatakan timnya akan tetap tampil percaya diri seperti pada pertandingan-pertandingan sebelumnya, termasuk melanjutkan selebrasi gol yang dikritik sejumlah kalangan, seperti legenda Manchester United Roy Keane yang menyebut mereka tidak sopan. . .

“Gol adalah momen terpenting dalam sepak bola, dan Piala Dunia bahkan lebih penting lagi. Ini adalah momen kegembiraan tidak hanya bagi kami para pemain, tetapi juga bagi seluruh negara kami,” kata Vinicius seperti dikutip dari Reuters. Kami akan terus mengadakan perayaan seperti itu.”

Jika melihat statistik kedua tim, Brasil memang pantas untuk percaya diri karena dari segi jumlah passing bola dan penciptaan peluang serta jumlah gol lebih tinggi dari Kroasia.

Kedua tim tertinggal 100 assist, dengan Brasil memiliki dua gol lebih banyak dari Kroasia. Jumlah serangan ke gawang lawan lebih banyak dari Kroasia.

Brasil melepaskan 70 tembakan ke gawang, 30 di antaranya tepat sasaran, sedangkan Kroasia melepaskan 46 dari 20 tembakan tersebut. tepat sasaran

Tidak mengherankan, pelatih Kroasia Zlatko Dalic menggambarkan Brasil sebagai tim yang tangguh, terutama setelah juara lima kali itu mengalahkan Korea Selatan 4-1 di babak sebelumnya.

Brasil Unggulan atas Korea Selatan

Usai pertandingan ulang Alex Sandro, Brasil akan tampil dengan kekuatan penuh. Tidak ada pemain yang cedera atau diskors.

Sebelum Neymar dan Danilo bisa kembali setelah keduanya pulih dari cedera pergelangan kaki melawan Korea Selatan, manajer Tite harus melakukan langkah dadakan yang melibatkan menempatkan mereka di posisi yang tidak wajar.

Tite sekarang dapat menurunkan tim pilihan pertama yang menempati posisi aslinya, termasuk bek sayap Danilo dan Alex Sandro. Namun, Neymar yang tampil tajam melawan Korea Selatan akan kembali menyerang untuk memanjakan Kroasia.

Dia adalah salah satu pemain yang memasuki lapangan dengan motivasi ganda, yaitu dengan 77 gol, melewati rekor gol terbanyak Pele dalam sejarah Brasil. Neymar hanya berjarak satu gol lagi untuk mencapai tonggak sejarah ini.

Kroasia, di sisi lain, mengalami kesulitan melawan Brasil yang jauh lebih besar setelah mengalahkan Jepang dalam adu penalti 1-1 setelah 120 menit.

Kroasia lolos ke perempat final dengan mengalahkan Jepang melalui adu penalti

Dipimpin oleh empat bek berpengalaman Luka Modric, Dejan Lovren, Ivan Perisic dan Marcelo Brozovic, finalis 2018 tiba di Qatar sebagai salah satu dari sedikit tim dengan skuat tua yang mampu menahan ledakan Brasil.

“Brasil adalah favorit, akui saja,” kata Dalic. Dalic melanjutkan: “Brasil adalah tim terkuat dan terbaik di Piala Dunia ini. Brasil benar-benar tim yang mengerikan.”

Namun dia menegaskan timnya akan memasuki laga ini dengan penuh percaya diri dan akan menikmati kesempatan bermain melawan Brasil.

Dalic yakin timnya akan lebih banyak bermain di lapangan, meski Kroasia sudah menelan tiga kekalahan dalam empat pertemuan sebelumnya dengan Brasil, termasuk 0-1 di Piala Dunia 2006 dan 3-1 di Piala Dunia 2014.

Memprediksi sebelas pemain pertama

Kroasia (4-3-3): Dominic Livakovic; Josip Juranovic, Dejan Lovren, Josko Guardiol, Brenna Sosa; Mateo Kovacic, Marcelo Brozovic, Luka Modric; Andriy Kramaric, Bruno Petkovic, Ivan Prisic

Brasil (4-2-3-1): Alison; Eder Militao, Thiago Silva, Marquinhos, Danilo; Casemiro, Lucas Paceta; Rafinha, Neymar, Vinicius Jr.; Richarlison

Pele Ingin Brasil Bawa Pulang Piala Dunia

Pelatih kepala Kroasia menyebut tim Brasil menakutkan di Piala Dunia 2022

Selanjutnya: Skenario balapan