jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 16, 2024

JAKARTA (JurnalPagi) – Virgil van Dijk mengumumkan bahwa Belanda akan tampil hati-hati saat melawan Argentina di babak perempat final Piala Dunia 2022 dini hari nanti di Stadion Lusail, Qatar.

“Mereka adalah tim hebat dengan pemain-pemain hebat dan kami harus menghadapi mereka dengan baik di semua fase permainan,” kata Van Dijk dikutip dari Reuters.

Setelah tiga kali kalah dalam tiga final Piala Dunia sebelumnya, Belanda sangat ingin berkembang dengan menjadi negara ke-10 yang menjuarai Piala Dunia.

“Ada rasa lapar, mimpi, dan keinginan bahwa kami sangat ingin menjuarai Piala Dunia,” kata Van Dijk.

Pelatih kepala Louis van Gaal, yang pandai merancang taktik efektif dalam sepak bola, telah menyiapkan strategi untuk menghentikan Argentina, yang hanya menang dua kali dalam sembilan pertemuan sebelumnya antara kedua tim.

Pelatih kepala timnas Argentina mengaku bangga bisa menghadapi Louis van Gaal.

Strategi tersebut juga mencakup langkah melumpuhkan Lionel Messi yang menjadi kunci permainan Argentina yang sedang mengejar trofi Piala Dunia pertama mereka.

Selain membawa harapan bangsanya, Messi juga memikul bebannya sendiri untuk menyamai prestasi Diego Maradona yang menjuarai segalanya termasuk Piala Dunia yang hingga kini tak mampu diraih Messi.

Sekarang dia menghadapi Van Gaal lagi untuk membalas dendam melawan Argentina, yang mengalahkan mereka di final Piala Dunia 1978 dan semifinal Piala Dunia 2014.

Namun, Van Gaal tetap menerapkan strategi yang lebih defensif dibandingkan budaya sepak bola Belanda yang menyerang. Namun, Van Gaal membuat gawang Belanda lebih aman dari Argentina dengan mengerahkan tiga bek tengah. Selama Piala Dunia 2022, Belanda hanya kebobolan dua kali, sedangkan Argentina tiga kali kebobolan.

Kita bisa menggulingkan mereka menggunakan peta kita. “Kami juga tim yang lebih baik (di semifinal Piala Dunia 2014) dan (saat itu) Messi tidak banyak menguasai bola.”

Kata Van Dijk: Solidaritas adalah kunci sukses Belanda melawan Argentina.

Ironisnya, pendekatan yang lebih defensif ini memungkinkan Belanda menjalani 19 pertandingan tanpa kekalahan.

“Satu lagi tim yang sulit dihadapi,” kata Messi menanggapi romantisme Piala Dunia 2014 yang dijinakkan Belanda.

Namun, dari Timur Tengah termasuk Qatar, Messi akan mendapat dukungan yang luar biasa mengingat wilayah tersebut rata-rata memuja Messi dan Argentina hingga rela mengenakan jingga dari tribun untuk mendukung Belanda. .

Kami berterima kasih kepada semua orang yang ada di sini. Messi berkata: Semua Argentina ingin berada di sini.

Tidak ada yang terlalu optimis dengan jawaban pertandingan ini, namun jika melihat statistik kedua tim di Piala Dunia 2022, seharusnya Argentina menjadi tim yang lebih optimis.

Sebab jika Belanda menyelesaikan 1.885 passing dari total 2.153 pada empat pertandingan sebelumnya, Argentina bisa menyelesaikan 2.442 dari total 2.716.

Argentina bahkan lebih baik dalam hal menciptakan peluang mencetak gol. Belanda hanya berhasil membuat 35 gol, 14 di antaranya tepat sasaran, sedangkan Argentina melakukan 58 percobaan, di mana 26 di antaranya tepat sasaran.

Memprediksi sebelas pemain pertama

Belanda (3-4-1-2): Andris Neupert; Jurin Timber, Virgil van Dyk, Nathan Ake; Denzel Dumfries, Frankie De Jong, Martin De Ron, Daley Blind; Davey Classen; Cody Gakpo, Memphis Depay

Argentina (4-3-3): Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Christian Romero, Nicolas Otamendi, Marcos Acuna; Enzo Fernandez, Rodrigo De Paul, Alexis McAllister; Angel Di Maria, Lionel Messi, Julian Alvarez

Kalahkan Australia 2-1, Argentina Tantang Belanda di Perempat Final

Scaloni Senang Bertemu Fan Idolnya di Perempat Final Piala Dunia

Selanjutnya: Skenario balapan