Polisi berhasil mengungkap kasus penipuan skin care Bodong, pemilik CV. Sega Aronica Barkah kini dipenjara

MAN/BERITA SAMPIT – Wakapolsek Kobar Kompol Wilhelmus Helke terlihat berbincang dengan tersangka kasus penipuan Bodong Skincare.

PANGKALN BUN – Polres Kotawaringin Barat (Kobar) berhasil mengungkap kasus penipuan melalui Bodong Skin Care yang merugikan sejumlah korban. Sekarang yang salah adalah Bos Pemilik CV. Sega Aronica Barkah ditahan di polisi Kobar.

Kapolsek Kobar AKBP Susfandi Usman melalui Wakil Kompol Wilhelmus Helki dalam acara pers, Kamis, 7 Februari 2024 mengatakan, kasus penipuan itu terungkap dari sejumlah korban yang melaporkan ke polisi.

Kemudian setelah menelusuri berbagai keterangan sejumlah korban, akhirnya pimpinan pemilik CV. Sega Aronica Berkah berinisial TN berhasil diamankan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengakui seluruh perbuatannya.


Wakapolres mengatakan, Dari pengakuan 6 korban, total dilaporkan kerugian sebesar 53 juta Rial, dan korban lainnya yang merasa ditipu langsung melaporkannya ke Polsek Kuber atau polsek terdekat.

Ia melanjutkan, kasus penipuan tersebut melibatkan penggunaan akun media sosial miliknya untuk menawarkan investasi dengan imbal hasil yang menggiurkan.

Namun di tengah jalan, dividen terhenti meski sudah berjalan empat bulan tanpa hambatan. Karena sepertinya tidak ada moral yang baik dari pihak bos perawatan kulit dan bahkan modal investasi tidak dikembalikan, akhirnya laporan dibuat ke polisi Coober.

Barang bukti yang diperoleh adalah bukti rekening bank, kemudian telepon seluler tersangka dan percakapan antara pelaku dan korban, kata Halkey.

Sementara itu, kepada media, TN mengaku masih berniat baik dan orang tuanya siap mengembalikan uang kliennya, namun sudah terlanjur diberitakan. Diakuinya, kesalahannya karena kurangnya komunikasi dengan pelanggannya. Saat TN diajak berkomunikasi, ia tampak menjelaskan secara psikis timing bisnis yang akhirnya menjeratnya.

Sebenarnya kami siap untuk mengembalikannya dan kami masih menggalang dana, namun para pelapor tidak bisa menunggu. “Itu salah saya karena kurang komunikasi,” kata TN.

Sebelum acara berakhir, Wakapolri meminta masyarakat melalui media yang hadir tidak tergiur berinvestasi melalui internet.

Terdakwa terancam hukuman 4 tahun penjara berdasarkan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP. (Pria).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *