jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 25, 2024

Sisa abu ini digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk.

Pangkalpinang (JurnalPagi) – Perusahaan Listrik Negara Unit Daerah (PLN UIW) Kepulauan Bangka Belitung (Babol) bersama kelompok petani berhasil memanfaatkan abu sisa pembakaran batu bara di PLTU Airanyir untuk menghasilkan pupuk.

Ditambahkannya, sisa abu pembakaran batu bara dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai sektor, salah satunya pada sektor pertanian. Sisa abu tersebut digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk karena dapat meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman. pertumbuhan. Direktur Kesehatan, Keselamatan dan Lingkungan PLN UIW mengatakan. Babel Ganjar Riyadi, di Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan, saat ini abu sisa pembakaran PLTU Airanyir telah dimanfaatkan oleh kelompok tani untuk membuat pupuk bagi kelapa sawit dan tanaman lainnya.

Abu pembakaran mengandung unsur hara penting seperti fosfor, kalium dan unsur hara mikro yang penting bagi pertumbuhan tanaman dan merupakan alternatif pupuk yang seimbang.

Selain itu sisa abunya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku sektor industri seperti pembuatan batu bata atau batako dan juga sebagai bahan tambahan dalam pembuatan beton.

Ia kembali menyampaikan: “PLN Babel membuka peluang bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan sisa abu PLTU Airanyir sebagai bahan baku konstruksi dan infrastruktur, sehingga bahan baku yang digratiskan dapat menambah pendapatan bagi yang memanfaatkannya.”

Ketua Umum Himpunan Komunitas Petani Babol (Formap) Mohammad Syarif Hedayatullah mengucapkan terima kasih kepada PLN atas kontribusinya terhadap ketahanan pangan dengan membantu menyiapkan sisa abu dan mengajarkan cara memanfaatkannya sebagai pupuk.

Kami telah melakukan penelitian terhadap lahan pertanian yang digunakan, sehingga kebutuhan kompos hasil pembakaran sangat membantu petani dalam menyiapkan bedengan tanam. “Selain itu, dari segi ekonomi juga banyak membantu petani karena harganya yang relatif murah dibandingkan pupuk sejenis yang ada di pasaran,” kata Sirif.

Dengan memanfaatkan sisa abu yang sering dianggap limbah, pupuk ini dapat menjadi alternatif solusi karena menghemat modal dan keberlanjutan untuk meningkatkan hasil pertanian.

Setelah mengklasifikasikan limbah yang tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3), abu sisa pembakaran batu bara kini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, hal ini merupakan solusi inovatif dalam mengurangi dampak lingkungan dan menciptakan peluang baru untuk meningkatkan kesejahteraan. adalah masyarakat.

PLN Manfaatkan Abu Batubara untuk Pembangunan Jalan
PLTU Pulang Pisau Bakar Abu untuk Bangun Kembali Fasilitas Sekolah

Koresponden: Coba Donatus Dasapurna Putranta/Mustika
Redaktur : Bodhisantoso Budiman
Hak Cipta © JurnalPagi 2024