Perlunya kedisiplinan dan kedisiplinan para penderita TBC di tempat kerja

Peneliti tuberkulosis sekaligus akademisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. Ahmad Fawadi, MSc, mengatakan: “Pekerja yang mengidap TBC atau TBC hendaknya menerapkan disiplin agar tidak menulari rekan kerja di kantor, seperti memakai masker dan ruangan kerja dengan ventilasi yang baik.”

“Pertama pakai masker, kedua ruangan ventilasinya baik, jangan pakai ruangan tertutup, kalau setelah dua minggu kuman TBC tidak terlihat, sebenarnya dia aman untuk bergaul dengan orang lain,” ujarnya dalam TBC Day. tekan. ” Konferensi dengan Stop TB Partnership Indonesia (STPI) di Jakarta, Senin.

Ahmad mengatakan, jika pasien TBC yang sensitif terhadap obat mendapat pengobatan rutin, dalam waktu 2 minggu sudah terlihat hasil yang baik seiring dengan meredanya gejala.

Kementerian Kesehatan mengumumkan peningkatan jumlah penderita TBC pada tahun 2023

USAID mendukung penelitian tentang rejimen pengobatan untuk mengobati TBC pada anak

Pemeriksaan dahak juga dapat dilakukan dalam waktu dua minggu setelah pengobatan, namun pasien tetap harus menggunakan masker saat berinteraksi dengan orang lain.

Perusahaan juga harus didukung untuk memberikan edukasi bahwa TBC dapat diobati, meskipun merupakan penyakit menular.

Soalnya rekan-rekan sudah tidak mau bekerja sama lagi, pimpinan suruh pindah ke tempat lain, hal ini patut didukung oleh perusahaan agar mereka paham bahwa TBC itu penyakit menular tapi bisa diobati bahkan di dalam rumah. 2 minggu katanya.

Indikator kesembuhan pasien tuberkulosis adalah tidak adanya mikroba lain pada dahak dan jaringan paru. Mikroba tersebut bisa hilang atau berpindah dan tersangkut di organ lain, yang mungkin akan muncul kembali jika daya tahan tubuh menurun.

Sementara itu, Ahmed mengatakan pengobatan TBC selama 2 bulan ditanggung oleh BPJS. Selain itu, ada juga pengobatan yang mengharuskan penggunaan obat selama 6 bulan, namun jika tidak disiplin dan berhenti di tengah pengobatan, maka risiko kambuh akan semakin besar.

Jika Anda memiliki faktor risiko seperti diabetes, AIDS, malnutrisi, dan obesitas, sebaiknya Anda menjalani pemeriksaan kesehatan karena mungkin berisiko terkena TBC.

Ahmad pada akhirnya mengatakan: Orang kurus tidak mengidap TBC, tapi kurus karena gizinya buruk, kalau kelebihan berat badan juga harus diperiksa karena tidak baik, bisa juga berbahaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *