jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 22, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Hasil riset Lembaga Penelitian Ekonomi dan Sosial Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia atau LPEM FEB UI menunjukkan stagnannya pasar mobil baru setidaknya disebabkan oleh dua faktor, yakni peningkatan jumlah mobil. harga dan situasi pendapatan per kapita.

Jadi, temuannya jelas. Pertama, pendapatan per kapita tidak meningkat signifikan, hanya meningkat tiga persen dalam 10 tahun terakhir, dan harga mobil juga meningkat 5-6 persen di atas inflasi. Inflasi kita sekarang empat kata peneliti senior LPEM FEB UI Ryanto di Jakarta, Selasa malam (9/7).

Rianto menjelaskan, penjualan mobil erat kaitannya dengan faktor ekonomi seperti harga mobil, suku bunga kredit, nilai tukar, harga bahan bakar, dan ketersediaan stok mobil. Namun faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap penjualan mobil adalah harga mobil dan pendapatan per kapita.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan LPEM FEB UI bekerja sama dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), pendapatan per kapita hanya mengalami peningkatan rata-rata 3,65% per tahun sejak tahun 2013 hingga tahun 2022. Pertumbuhan penjualan mobil mengalami penurunan pada periode tersebut. Rata-rata 1,64% per tahun.

Sebagai perbandingan, pada periode 2000 hingga 2013, pendapatan per kapita meningkat rata-rata 28,26% per tahun, dan penjualan mobil meningkat 21,23% per tahun.

Penjualan Mobil Astra Menurun di April 2024

Meningkatnya penjualan mobil bekas khususnya di Pulau Jawa juga berdampak pada pertumbuhan penjualan mobil baru.

Pada tahun 2022, sekitar 65% pembeli mobil di Pulau Jawa akan memilih mobil bekas, salah satunya karena selisih harga yang semakin lebar antara mobil baru dan bekas.

Ketika harga mobil baru meningkat dan pendapatan per kapita meningkat secara tidak proporsional, mobil bekas menjadi pilihan bagi mereka yang mencari kendaraan dengan harga terjangkau.

Pilihannya mungkin karena pendapatannya tidak bertambah banyak, harga mobil barunya juga naik banyak, akhirnya pilihannya adalah mobil bekas, kata Rianto.

Apalagi di pasar mobil bekas 10 tahun terakhir pembelinya belum ada yang beli kucing dalam tas. Sekarang sudah diketahui cacatnya, terjamin. Jadi relatif transparan, ujarnya.

Pengamat INDEF: Warga Kelas Menengah Tak Prioritas Beli Mobil

Menurut Rianto, stagnasi penjualan mobil baru bisa diatasi dengan pendekatan jangka panjang dan jangka pendek.

Dalam jangka panjang, peningkatan pendapatan per kapita dapat dicapai melalui reindustrialisasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Meningkatkan nilai tambah perekonomian “Dan pertumbuhan ekonomi minimal enam persen dengan reindustrialisasi sehingga pangsa sektor manufaktur terhadap PDB mencapai 25-30 persen dan pendapatan per kapita masyarakat menengah ke atas bergerak menuju kelas makmur,” jelas Rianto. . .

Menurut dia, solusi jangka pendek yang bisa diterapkan untuk mengatasi stagnasi jual beli mobil adalah dengan mengurangi komponen pajak atas harga mobil.

Komponen pajak saat ini mencapai 40% dari harga di luar jalan raya Mesin. Pemotongan pajak bisa membuat harga mobil lebih terjangkau bagi konsumen.

Selain itu, keberhasilan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) tahun 2021 dalam mendorong peningkatan penjualan mobil menjadi contoh bagaimana kebijakan fiskal yang baik dapat mendorong pertumbuhan pasar.

Rianto juga menyebutkan perlunya insentif finansial agar masyarakat menengah ke atas yang hampir berada pada kategori mampu bisa membeli mobil baru, misalnya dengan insentif pajak untuk mobil ramah lingkungan.Mobil ramah lingkungan berbiaya rendah/LCGC) dan 4×2 Rendah.

Selain itu, ia menyarankan untuk kembali menggeliat program mobil murah pemerintah, serta mendorong efisiensi produksi mobil dan memberikan diskon pembelian mobil.

Dia berkata: “Jadi seberapa efisien produsen ini dalam berproduksi? Bisakah diskon diberikan? Pameran dan diskon sebenarnya adalah program untuk mendorong pasar.”

Peningkatan Penjualan Suzuki Didominasi Mobil Hybrid

Ford Izinkan Semua Dealer Jual Mobil Listrik

Koresponden:
Redaktur: Meriati
Hak Cipta © JurnalPagi 2024