jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 14, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Tobagos Fiki Chikara Satri, Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, mengatakan identitas digital penting untuk integrasi dan digitalisasi usaha kecil, kecil, dan menengah (UMKM) ).

Ini mengikuti kemungkinan penipuan identitas (penipuan identitas) dan pengambilalihan akun yang membuat pelaku komersial ragu untuk bergabung dengan ekosistem digital. Sekitar 71% pekerja sektor informal melihat risiko keamanan dan penipuan sebagai hambatan dalam menggunakan teknologi digital seperti fintech.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, ditetapkan bahwa tingkat kesuksesan Perusahaan kecil dan menengah asrama bahwa di perdagangan elektronik Sangat rendah, hanya 4 persen dari 1.000. Artinya hanya 400 yang berhasil masuk dan kemudian hanya 40 yang berhasil melakukan transaksi awal, kata Tobago dalam keterangan yang diterima, Kamis.

Menurutnya, angka tersebut sangat kecil dibandingkan dengan potensi digitalisasi untuk pengembangan bisnis UMKM. Laporan E-Economy Asia Tenggara (SEA) oleh Google, Temsk dan Bain & Co. mengindikasikan bahwa ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan tercapai. Nilai barang kotor (GMV) akan bernilai $77 miliar pada tahun 2022 dan akan mencapai $130 miliar pada tahun 2025.

Di sisi lain, Sati Raswanto, Wakil Sekretaris Jenderal ke-4 dan Ketua Satgas Perlindungan Data Pribadi Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) dan pendiri dan CEO VIDA, mengatakan: Dalam proses digitalisasi UMKM, kunci digital identitas bagi UMKM dalam mengakses berbagai layanan platform digital. .

“Melalui adaptasi menggunakan identitas digital, UMKM memperoleh peluang yang lebih besar dari sebelumnya. VIDA mendukung inklusi ekonomi digital di Indonesia dengan mengintegrasikan UMKM ke dalam ekosistem digital,” ujar Sati.

Beberapa kendala yang ada dalam penerapan identitas digital pada dasarnya dapat diatasi dengan melihat aspek mendasar seperti keamanan dan kenyamanan.

Oleh karena itu, keberadaan penyedia identitas digital dan peran regulator menjadi elemen penting dalam mendorong keberhasilan integrasi digital UKM, apalagi di tengah target pemerintah mencapai digitalisasi 30 juta UKM pada tahun 2024.

“Kita tahu, bisnis tidak akan bagus tanpa kepercayaan. Kalau kita bicara peran penyelenggara yang terlibat identitas digital Ini termasuk bagaimana meningkatkan proses Tinjauan pelanggan terperinci –Ridyani Kurnia, Direktur Grup Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Disdukcapil Lampung Sebut 6.000 ASN Punya Identitas Digital

Identitas Digital Standar Harus Disinkronkan

VIDA dukung UMKM go digital lewat layanan identitas digital

Diedit oleh: Aida Nurjahani