Pengurusan KTP di Batam dilakukan secara online

Batam (JurnalPagi) – Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau mengatakan pengurusan kartu tanda penduduk (KTP) di wilayah setempat kini bisa dilakukan secara online.

“Ini merupakan kerjasama antara Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Disdukcapil) dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam dengan pengembangan aplikasi layanan kependudukan secara elektronik (LAKSE),” kata Kepala Disdukcapil Harianto Pusat Kota Batam, Rabu. .

LAKSE merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Disdukcapil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal pengelolaan berkas kependudukan sebelum masuk ke dalam program Sistem Informasi Manajemen Kependudukan (SIAK) Terpusat Kementerian Dalam Negeri.

Harianto mengatakan, untuk merencanakan alur aplikasi, masyarakat bisa memulai dengan memilih layanan dan mengajukan permintaan.

Kemudian aplikasi diterima oleh admin dan diperiksa kelengkapan berkasnya. Jika berkas pemohon sudah lengkap dan disetujui, maka akan masuk ke SIAK pusat.

“Pemohon akan menerima informasi penjemputan dan masyarakat akan datang ke Diseducapil sesuai informasi yang terkumpul dan proses akan selesai,” kata Harianto.

Program LAKSE meliputi layanan seperti layanan pencetakan KTP dan KK, layanan akte kelahiran, layanan akta nikah, layanan akta kematian, layanan pencetakan KIA, layanan perubahan elemen data, layanan transfer surat (di luar Batam) dan layanan masuk transfer.

“Secara resmi layanan online ini akan dimulai pada 1 Februari 2023,” ujarnya.

Ditambahkannya, pelayanan online dalam rangka mewujudkan kota Batam yang modern, khususnya dalam tata kelola elektronik.

Harianto mengatakan: Dengan adanya aplikasi ini, pelayanan publik dapat menjadi lebih baik, efisien dan efektif.

Azril Apriansyah, Presiden Diskominfo City Batam, mengatakan dengan program ini kepadatan atau antrean akan berkurang dan pengajuan dokumen kependudukan kepada masyarakat akan lebih mudah.

Dengan adanya program LAKSE, diharapkan masyarakat tidak perlu lagi ke kantor Disdukcapil untuk pengurusan dokumen dan cukup online, kata Ezril.

Selain itu, kata dia, pengembangan program LAKSE diawali dengan nota dinas pada 6 Juli 2022 yang meminta program dari Disdukcapil ke layanan Kominfo.

Pengembangan aplikasi dimulai pada 22 Agustus 2022, kemudian pada 19-25 Agustus 2022 tim mulai mengumpulkan materi sambil melakukan analisis proses bisnis, dan dilanjutkan pada 26 Agustus 2022 untuk memulai pengembangan aplikasi.

“Program tersebut selesai pada 31 November 2022, dan pada 8 Desember 2022 dilakukan demo internal program kepada Disdukcapil yang dalam hal ini adalah pengelola dan operator program LAKSE,” ujar Azaril.

Koresponden: Jessica Alifia Jaya Hedayat
Editor: Agus Setivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *