jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 22, 2024

Penghuni harus dipindahkan ke apartemen terdekat. Kemudian, dengan penghijauan (reboisasi) pohon mangrove, lahan kembali hijau

Nirwono Joga, dosen pembimbing tata kota dari Universitas Trisakti, menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta merehabilitasi kawasan pesisir untuk mengatasi masalah banjir air laut.

“Pemerintah Daerah DKI harus melakukan rekonstruksi kawasan pesisir utara Jakarta untuk menghadapi banjir rob, erosi pantai, intrusi air laut, serta mengantisipasi risiko tenggelam dan serangan tsunami,” kata Nirwono dalam pesan singkat. Di Jakarta, Selasa

Nirwono mengatakan, upaya apa pun yang dilakukan saat ini, seperti menambah pompa atau menaikkan tanggul, tidak bisa selamanya mengatasi masalah banjir rob.

Ia mengatakan, keberadaan tanggul dan pompa untuk mengatasi banjir rob hanya bersifat sementara, apalagi dibarengi dengan hujan lebat dan banjir besar di Jakarta.

Solusi yang harus ditempuh Pemprov DKI Jakarta adalah membebaskan lahan 500 meter dari pantai ke daratan agar tidak ada lagi bangunan dan permukiman, kata Nirwono.

“Warga harus dipindahkan ke apartemen terdekat. Kemudian lahan akan dihijaukan dengan reboisasi (penanaman kembali) pohon bakau.Harakata nirwana.

Menurut Nirwono, mangrove bermanfaat sebagai benteng alam yang ramah lingkungan dan relatif murah untuk diinvestasikan, ketimbang tanggul beton yang membutuhkan biaya konstruksi, pemeliharaan, dan peninggian akibat kenaikan muka air laut.

“Hutan bakau adalah investasi berkelanjutan, hutan Hara Nirwono menambahkan semakin luas semakin baik untuk mengurangi banjir rob, mencegah abrasi pantai, intrusi air laut dan mengurangi dampak tsunami.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat beberapa banjir rob terjadi pada Desember tahun ini, dengan terparah terjadi pada Minggu (25/12) yang menimpa 12 RT di Kelurahan Pelwit, Kecamatan Panjaringan, Jakarta Utara. banjir. Banjir pasang

BPBD DKI mencatat, air mulai naik sejak pukul 09.00 WIB saat itu. Hal ini menyebabkan enam RT terendam air setinggi 10-15 cm di Desa Pulvit.

Kemudian ada dua RT yang terendam gelombang pasang setinggi 25-30 cm dan dua RT lagi dengan tinggi gelombang 15-20 cm.

Ketinggian pasang surut terparah dialami oleh RT 1, RW 22, Kelurahan Pluit yang terendam banjir rob setinggi 45-50 cm.

Dalam kejadian tersebut, BPBD melaporkan tidak ada warga yang mengungsi akibat banjir rob.

Selain itu, air juga sudah mulai surut sejak pukul 14.00 WIB.

Namun, BPBD mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi 112 jika terjadi keadaan darurat. Layanan ini bekerja 24 jam sehari secara gratis.

DKI akan bangun tanggul di pantai utara Jakarta secara bertahap
Heru Pastikan Pompa Tangki Pluit Bisa Atasi Pencurian
Dinas SDA Jaktim memastikan kesiapan personel bekerja dengan pompa air