Pengamat: Anis dan Ganjar kompak serang Prabowo di debat ketiga

Menyerang Prabowo untuk mencapai basis dukungan pilihannya

Jakarta (JurnalPagi) – Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Keralamam mengatakan calon presiden Anis Basudan dan Ganjar Pranu kerap menyerang Prabowo Subianto saat debat ketiga calon presiden pemilu 2024, Minggu malam. 1).

Debat ketiga ini semakin mempertegas pola relasi antar calon presiden. Prabowo yang sudah memiliki kekuatan elektoral yang relatif lebih terkonsolidasi tampak defensif, sedangkan Anis dan Ganjar tampak menyerang Prabowo dengan bersatu untuk meraih basis dukungan atas kemampuan yang mereka pilih. .” kata Ahmed di Jakarta, Senin.

Menyoroti kehadiran ketiga calon presiden dalam debat di Istora Senayan Jakarta, Minggu malam, Ahmad menilai saat debat, Anis langsung menyerang atau serangan pendahuluan, Khususnya pada pribadi Prabowo selaku Menteri Pertahanan.

Menurut Ahmed, Anies sepertinya menerapkan strategi Tsun Tzu yang menekankan pertahanan terbaik adalah kemenangan.

Alutsista dan Diplomasi Sering Dibahas Anis dalam Debat Capres

Ahmad juga menilai mantan Gubernur Jakarta itu masih terpengaruh dengan suasana debat pertama calon presiden pemilu 2024 yang serangannya memberinya nilai politik lebih tinggi.

Anis bahkan tak segan-segan menyebut presiden sebagai “komandan diplomatik” berkali-kali. Ia tampak mengolok-olok Presiden Joko Widodo yang kinerjanya kurang baik dalam diplomasi global.

Ahmad melanjutkan, persoalan penyediaan alat utama sistem persenjataan (Alotsista) dan kehadiran “orang dalam” yang menyebabkan korupsi dan kebocoran anggaran biaya alutsista di Indonesia tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Dia berkata: “Sayangnya, pukulan seperti penilaiannya terhadap kegagalan gudang makanan.” Sifat makanan yang dianggap bisa memberikan kelonggaran politik, nyatanya dinilai terlalu berlebihan.

“Dalam sebuah debat, tentu saja penting untuk menyerang lawan untuk menyampaikan poin-poin politik guna mendelegitimasi kredibilitas lawan. Namun di saat yang sama, jika serangan tersebut dilakukan secara berlebihan, maka berpotensi menimbulkan simpati publik terhadap pihak lain. ,” kata Ahmed. .

Bela adalah kata yang paling banyak dilontarkan Prabowo pada debat ketiga

Kemudian untuk Ganjar, Ahmad menilai mantan Gubernur Jawa Tengah itu tampil lebih reguler, dengan pola konfrontatif terukur yang diperkuat materi yang cukup mengesankan.

Ia menilai Ganjar mampu mengartikulasikan argumen mengenai prospek pertahanan, keamanan, dan diplomasi ekonomi dengan cukup mengesankan.

Menurut Ahmed, Ganjar juga bisa menjelaskan secara gamblang kepada lawan-lawannya apa yang menjadi dasar argumentasinya, kematangan perencanaannya, dan komitmen pemberantasan korupsi dalam implementasi kebijakan pertahanan, penguatan infrastruktur siber nasional, dan komitmennya terhadap upaya tersebut. Pemulihan fungsi ASEAN cenderung bersifat prosedural.

Oleh karena itu, kunci kelayakan serangan adalah momentum serangan yang tepat, kata dosen ilmu politik dan internasional Universitas Paramadina itu.

Pakar Pertahanan Nilai Usulan Kebangkitan ASEAN Harus Dipertimbangkan

Selain itu, Ahmad mencermati, Prabowo terpicu oleh emosi Anis, salah satunya saat ia mengutarakan ketidaksesuaian Anis terkait etika kepemimpinan dan sejumlah kritik defensif.

Meski demikian, Prabowo relatif masih bisa mengendalikan emosinya.

Namun, Prabowo akhirnya cukup menjelaskan tentang hakikat dan filosofi kebijakan pertahanan-keamanan serta strategi hubungan internasional sehingga ia harus menahan emosi dan serangan kekerasan.

Namun, Prabowo kembali mampu menunjukkan strategi pertahanannya secara dramatis ketika ia menjelaskan alasan menurunnya indeks kinerja militer dan pertahanan serta kebijakan pertahanan sebagai produk hukum kolektif dengan dukungan partai-partai pendukung rival politiknya. Ahmad.

Melihat kinerja individu ketiga calon presiden, ia membuat Ganjar terlihat cerdas. Anies menghina dan menyedihkan. Dan Prabowo lebih defensif dan kurang menjelaskan.

Prabowo Kembali Jalani Tugas Menhan Usai Debat Ketiga

Koresponden: Harilvita Dharma Shanti

Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *