jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 16, 2024

Kami memiliki pengalaman (dalam adu penalti), tetapi di sisi lain, kami terus bekerja tanpa lelah sepanjang pertandingan.

Al-Ryan, Qatar (JurnalPagi) – Kiper Kroasia Dominik Livakovic mengaku pengalaman menang adu penalti melawan Jepang di babak 16 besar menjadi nilai tambah bagi timnya saat menyingkirkan Brasil di babak perempat final 2022. Piala Dunia.

“Pertama-tama, kami harus mengakui bahwa kami memiliki pengalaman (dalam tendangan penalti), tetapi di sisi lain, kami juga melakukan upaya tanpa lelah selama pertandingan,” kata Livakovic pada konferensi pers pasca pertandingan di Education City. Stadion, Al Rayyan, Qatar, Jumat.

Ini bukan pertama kalinya Kroasia harus menyingkirkan lawannya di babak sistem gugur melalui tendangan penalti selama di Qatar. Memang, ini bukan pertama kalinya Kroasia bangkit dari ketertinggalan, menyamakan kedudukan, lolos ke adu penalti dan menang.

Dalam pertandingan 16 besar yang dimainkan di Stadion Al-Janoob, Senin (12/5/12), Kroasia tertinggal melalui gol Daisen Maede yang disamakan oleh Ivan Perisic dan menang adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di akhir pertandingan. . Dari 120 menit

Saat itu, adu penalti berakhir 3-1 untuk Kroasia, dengan Livacovic memenangkan pertandingan melawan tiga algojo Jepang, Takumi Minamino, Kaoru Mitoma, dan Maya Yoshida.

Kroasia melaju ke babak semifinal dengan menyingkirkan Brasil melalui adu penalti

Skenario yang hampir sama terjadi empat hari kemudian di City of Education Stadium, di mana Livacovic harus aktif menyelamatkan gawang Kroasia di waktu normal.

Tidak kurang dari sembilan percobaan dari pemain Brasil ke gawang diselamatkan oleh Livakovic sebelum Neymar memecah kebuntuan di akhir babak pertama dan membuka gawang Kroasia.

Namun, seperti melawan Jepang, Kroasia tidak menyerah dan bersabar hingga serangan sederhana Bruno Petkovic diselesaikan dengan tembakan dari tepi kotak dan bola membentur kaki Marquinhos untuk kecepatannya beralih ke Alisson.

Tiga menit sebelum peluit babak kedua dibunyikan, Kroasia berhasil membobol tiket semifinal yang sudah di depan mata Brasil.

Pemenang harus ditentukan melalui adu penalti dan Livakovic berhasil membalas eksekusi Rodrigo, gol pertama Brasil, untuk memberi Kroasia keunggulan 1-0.

Kroasia lolos ke perempat final dengan mengalahkan Jepang melalui adu penalti

Lima pemain berikutnya, tiga dari Kroasia dan dua dari Brasil, menjalankan tugasnya secara berurutan. Saat giliran Marquinhos menjadi algojo keempat Brasil, tembakan bek Paris Saint-Germain itu membentur tiang gawang.

Alih-alih sesumbar, Livacovic memutuskan untuk menyoroti para suporter Kroasia yang meski tak sebanyak lautan kaus kuning, masih terlihat jelas di tribun Stadion City.

Setelah menjadi runner-up di Rusia pada 2018, Kroasia mencapai semifinal Piala Dunia untuk ketiga kalinya dan dua kali berturut-turut.

Kroasia akan menunggu pemenang pertandingan lainnya antara Belanda dan Argentina pada babak perempat final nanti di Stadion Lusail.

Kroasia akan memainkan laga semifinalnya pada Selasa (13/12) pekan depan di Stadion Lucille.

Pikiran Luka Modric lega, Kroasia melaju ke babak 16 besar

Pengkhotbah: Gilang Galliarta