jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 24, 2024

Harta benda yang disita dikembalikan kepada korban. Inilah harapan kami

JAKARTA (JurnalPagi) – Umm Ali Nordin, kuasa hukum ratusan korban KSP Indosurya, mengatakan korban Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya menginginkan dananya kembali.

“Kami berharap permintaan jaksa menyita aset untuk dikembalikan kepada korban,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Hal itu disampaikannya terkait dengan persidangan kasus KSP Indosurya dengan terdakwa Henry Surya yang sedang berjalan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat.

Ia mengatakan, ratusan korban KSP Indosurya juga hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Barat untuk menemui Henry Surya secara langsung. Namun, majelis hakim justru menggelar persidangan secara daring, membuat ratusan korban frustasi karena tidak bisa bertemu dengan tertuduh Henry Soria.

Kejaksaan Agung Umumkan Penyelesaian Kasus Indosuria

Salah satu korban, Richard yang didampingi Ali Nordin, menambahkan, pihaknya telah mendengar bahwa kejaksaan telah menyita aset Indosuria yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah.

Menurut Richard, ratusan korban yang mengharapkan pengembalian uang bisa jadi mewakili ribuan anggota KSP Indosurya di seluruh Indonesia.

Oleh karena itu, korban sangat bergantung pada kejaksaan dalam persidangan kasus penipuan dan penggelapan KSP Indosurya.

Polisi desak korban investasi Indonesia lapor

Jika keputusan pengembalian dana atau uang korban tidak jadi, Richard mengungkapkan, pihaknya masih berharap proses penundaan kewajiban membayar (PKPU) sebelumnya tetap dilanjutkan. Sebab, harapan mereka jelas bahwa dana tersebut dapat dikembalikan kepada setiap korban.

Kami tidak masalah ketika jaksa menginginkan hukuman rendah untuk Henry Soria. Hanya penting bagi para korban bahwa dana dapat dikembalikan.”

Di satu sisi, korban menilai kejaksaan benar-benar berusaha memberikan ganti rugi kepada korban Indosuria, kata Richard. Pasalnya, kejaksaan juga menyita aset Indosuria sekitar Rp 2,7 triliun, menurut korban.

Aset Indusoria yang disita inspektur mencapai $2 triliun

Dia mengatakan, sebenarnya baru-baru ini jaksa mengajukan tambahan penyitaan aset Indosuria kepada majelis hakim dan hanya memberikan sebagian saja seperti barang bergerak Indosuria.

Richard mengatakan, harapan para korban adalah agar kerugian tersebut dapat dikompensasikan. Apalagi, jangan percaya kejaksaan yang melakukannya, seperti kasus robot dagang Fahrenheit yang disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Ia menegaskan: “Aset yang disita akan dikembalikan kepada para korban. Itu harapan kami.”

Menurut dia, Fazel Zumhanna, Wakil Jaksa Agung negara bidang pidana publik, sudah mengumumkan keseriusan jaksa. Dalam keterangannya, Fadel meyakinkan kejaksaan akan melindungi korban Indosuria yang menurut laporan analisis PPATK mencapai Rp 106 triliun kepada sekitar 23 ribu orang.

“Makanya kejaksaan serius menggugat Henry Surya dan berusaha memberi ganti rugi kepada korban melalui penyitaan aset Indosurya,” kata Richard.

Koresponden: Fawzi
Editor: Heru Dwi Suryatmojo