jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 25, 2024

JAKARTA (JurnalPagi) – Dokter Departemen Endokrinologi Metabolisme dan Diabetes Klinik Bagian Penyakit Dalam FKUI Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr. dokter. Tri Juli Edi Tarigan, SpPD-KEMD menekankan pentingnya mengedukasi masyarakat tentang diabetes agar mudah diobati.

“Edukasi yang pertama untuk pemahaman masyarakat, jadi bukan sekedar pengobatan yang sebenarnya. Masyarakat harus tahu dulu apa itu diabetes,” kata Terry Jolly dalam webinar “Obrolan Cerdas Seputar Diabetes” yang dimoderatori di Jakarta, Sabtu.

Pria bernama Tijeh ini mengatakan masyarakat umum harus mengetahui apa itu penyakit kencing manis atau biasa disebut diabetes melitus, dimana kadar gula (glukosa) darah seseorang melebihi batas normal sehingga menimbulkan penyakit kronis.

Penderita diabetes mendapat manfaat jaminan pengobatan JKN selama enam tahun

Selain itu, masyarakat juga harus mengetahui cara mengontrol kadar gula darah, termasuk mengatur asupan makanan, serta memahami jenis diabetes yang diderita, dan kebutuhan obat-obatan yang diperlukan.

Menurutnya, tidak hanya penderita diabetes saja yang harus mengatur pola makannya, tapi seluruh masyarakat juga harus mengatur pola makannya.

Penting juga untuk memenuhi kebutuhan nutrisi secara seimbang sesuai dosis, tidak kurang dan tidak lebih untuk menghindari risiko yang lebih serius.

Pria Lebih Berisiko Terkena Komplikasi Diabetes

Selanjutnya, utamakan olahraga rutin minimal 30 menit setiap hari.

Untuk dapat mengontrol konsumsi makanan secara penuh dan menjalani pola hidup sehat, ia meminta masyarakat umum berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan informasi dan pengobatan yang tepat terkait kondisi kesehatan terkait diabetes.

“Kalau paham, masyarakat akan kooperatif. Kalau paham, ikuti perintah dokter dan pengobatannya,” ujarnya.

Dokter: Olah raga bantu tingkatkan kesehatan penderita diabetes

Menurut International Diabetes Federation (IDF), jumlah penderita diabetes di dunia akan mencapai 537 juta pada tahun 2021.

Diperkirakan angka tersebut akan terus meningkat hingga mencapai 643 juta pada tahun 2030 dan 783 juta pada tahun 2045.

Berdasarkan laporan IDF, Indonesia merupakan negara kelima dengan jumlah penderita diabetes tertinggi yaitu sebanyak 19,5 juta jiwa pada tahun 2021, dan diperkirakan akan mencapai 28,6 juta jiwa pada tahun 2045.

Akupunktur Dapat Mencegah Risiko Hipoglikemia Penyebab Diabetes

Mengingat penyakit diabetes merupakan induk dari segala penyakit yang dapat menimbulkan berbagai penyakit lain pada tubuh seseorang, maka permasalahan ini menjadi perhatian Kementerian Kesehatan.

Tijeh menambahkan, pencegahan diabetes yang pertama adalah dengan mengontrol konsumsi gula berlebih pada makanan atau minuman, serta rutin melakukan aktivitas fisik setiap hari.

“Jadi pola pikirnya tetap bergerak kapan pun, di mana pun. Kalau gula darah terkontrol seperti itu, tidak perlu obat,” ujarnya.

Khasiat Obat Herbal Suplemen Diabetes

Koresponden : Adimas Raditya Fahki P
Redaktur : Siti Zulikha
Hak Cipta © JurnalPagi 2024