Pemkot Kediri menyebut capaian UHC sudah 98 persen

Kediri (JurnalPagi) – Pemerintah Kota Kediri di Jawa Timur mencatat capaian tersebut Cakupan kesehatan universal (UHC) di kota ini saat ini 98%.

Dr. Fozan Adima, Kepala Dinas Kesehatan Kadiri mengatakan: Tingkat UHC di Kota Kadiri saat ini sudah mencapai 98% dan lebih tinggi dari tingkat nasional yaitu 87%. Angka ini diperoleh setelah dilakukan langkah-langkah pencocokan data. Di Kadiri, Minggu.

Ia menegaskan selalu berusaha memastikan kesehatan seluruh masyarakat Kediri, yang bisa diukur dari peningkatan prestasi. Cakupan kesehatan universal partikel untuk objek langsung

UHC adalah sistem jaminan kesehatan yang menjamin semua anggota masyarakat memiliki akses yang sama terhadap pelayanan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan kesehatan dengan biaya yang terjangkau.

Program UHC berfokus pada dua elemen utama, yaitu akses terhadap pelayanan kesehatan yang adil dan berkualitas bagi setiap warga negara, dan perlindungan terhadap risiko keuangan ketika warga menggunakan layanan kesehatan.

Fozan mengatakan WHO kini telah sepakat bahwa UHC merupakan isu penting baik bagi negara maju maupun negara berkembang, sehingga penting bagi suatu negara untuk mengembangkan sistem pembiayaan kesehatan yang bertujuan menjamin kesehatan bagi seluruh rakyat.

Pihaknya juga berkoordinasi erat dengan pemangku kepentingan dalam pendataan kependudukan, khususnya bagi warga yang tidak terdaftar dalam program BPJS.

Selain itu, Pemkot Kediri mengcover bantuan BPJS kesehatan bagi warganya melalui program Prodamas Plus. Warga yang belum bergabung dengan BPJS akan dilatih untuk berpartisipasi.

Ia menambahkan, BPJS Kesehatan juga memiliki banyak keunggulan dibanding asuransi lain, antara lain memiliki biaya atau premi asuransi yang murah, tidak membahas penyakit bawaan yang biasa dipersoalkan saat mendaftar asuransi kesehatan swasta, dan tidak memiliki plafon atau limit penggunaannya. Dari kelas yang dipilih pasien.

Pada 2022, Pemkot Kediri menganggarkan Rp 37 miliar untuk membiayai BPJS bagi masyarakat. Anggaran ini 35 miliar real lebih banyak dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2023, Dinas Kesehatan Kota Kediri optimistis capaian UHC di Kota Kediri akan menembus angka 100%.

Ia pun meminta masyarakat yang belum mendaftar BPJS untuk segera mendatangi kantor BPJS untuk mendapatkan jaminan kesehatan secara penuh.

“BPJS itu gotong royong, jadi kalau kita sehat bantuannya bisa digunakan untuk yang sakit. Mudah-mudahan bisa disimpulkan 100% dari seluruh penduduk kota Kadiri terdaftar di BPJS. Sesuai UU No 40 Tahun 2004 Tentang Fawzan, katanya: Dalam sistem jaminan sosial nasional, setiap orang harus menjadi peserta BPJS, meskipun terdaftar di asuransi lain.

Provinsi Papua Barat Raih Gelar Cakupan Kesehatan Semesta
Dirut BPJS Kesehatan Apresiasi Pencapaian UHC Kota Madan

Pengkhotbah: Asma al-Chasneh
Redaktur: Soeharto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *