Pemerintah telah mengalokasikan 10 triliun dolar investasi untuk energi bersih

Tentunya kami berharap dana yang berasal dari uang rakyat ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan perekonomian

Jakarta (JurnalPagi) – Pemerintah mengalokasikan investasi sebesar Rp 10 triliun untuk tiga pihak, yakni PT PLN (Persero), Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dalam pengembangan energi bersih. .

Penanaman modal dalam bentuk penyertaan modal masyarakat (PMN) dan Konsolidasi dana (PFB) melalui tanda tangan Usaha (LoC).

Menteri Keuangan Sri Mulian Indrawati mengatakan di Jakarta, Jumat, “Tentunya kita berharap sumber keuangan dari uang rakyat dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan perekonomian.”

Rinciannya, PLN menerima penyertaan negara Rp5 triliun, SMF Rp2 triliun, dan BPDLH Rp3 triliun.

Penyertaan kepada PLN dalam bentuk PMN 5 triliun akan digunakan untuk memperbaiki struktur permodalan dan kapasitas usaha guna meningkatkan kemampuan keuangan perseroan untuk membiayai pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

“Rs 2.444 miliar akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek distribusi termasuk pembangkit listrik pedesaan EBT (lisdes) untuk mendukung program lisdes,” kata Sri Molyani.

Tidak hanya akan meningkatkan rasio listrik dari investasi ini, tetapi juga akan membantu meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT), yang akan mengurangi emisi gas rumah kaca dari pembangkit listrik fosil.

Untuk PMN Rp. Dana sebesar Rp2 triliun akan diberikan kepada SMF untuk mendukung program Sejuta Rumah karena nantinya perusahaan mampu menopang pembiayaan rumah terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Upaya SMF dilakukan dengan menyediakan sumber dana jangka menengah atau panjang kepada penyalur KPR dengan Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Sementara alokasi Rp 3 triliun kepada BPDLH dalam bentuk Dana Bersama Penanggulangan Bencana (DBPB) PFB, yang nantinya akan digunakan untuk pengendalian perubahan iklim, pengelolaan hutan lestari, pengendalian kebakaran hutan dan lahan, serta restorasi lahan gambut. digunakan

Bersamaan dengan penandatanganan LoC, diresmikan program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bentuk program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bersama.

Tema CSR adalah Program Budidaya Udang-Karbon (Aman) dan Ekowisata Mangrove Berkelanjutan untuk Desa Pegat Batumbok dan Desa Semanting Teluk, Kabupaten Brau, Kalimantan Timur.

Program CSR ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial Special Mission Vehicles Kementerian Keuangan (SMV) di bawah arahan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan sejalan dengan upaya PLN dan BPDLH dalam menjaga kelestarian lingkungan.

SMV tersebut terdiri dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI), PT Geo Dipa Energi (Persero) (PT GDE), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT Indonesia Infrastructure Garantment (Persero) (PT PII), PT adalah . SMF, serta PT Infrastruktur Finansial Indonesia (PT IIF).

Dengan CSR, masyarakat dapat meningkatkan taraf ekonominya melalui kegiatan pengelolaan tambak yang efektif dan efisien, karena program ini diharapkan dapat mengurangi 5.940 ton CO2 selama 10 tahun dan memulihkan hutan mangrove seluas 756 hektar.

Pelaksanaan program tambak aman di desa Pegat Batombok difokuskan untuk mengembalikan fungsi tambak udang menjadi hutan mangrove karena mampu menyerap karbon dua sampai empat kali lebih banyak dari hutan darat sekaligus melindungi ekosistem pesisir.

Sedangkan di desa Semanting Teluk, program bersama TJSL SMV dilaksanakan melalui Program Ekowisata Mangrove Berkelanjutan yang bertujuan untuk mendukung kawasan lindung mangrove dan mengembangkan wisata lokal.

Selain itu, program ini membantu meningkatkan biomassa ikan dan kepiting serta mendukung konservasi bekantan (Nasalis larvatus) yang merupakan endemik Kalimantan.

“Hari ini saya senang melihat acara TV mengubah cara masyarakat dapat terus melakukan kegiatan ekonomi untuk membawa kesejahteraan bagi Kabupaten Berau,” kata Sri Molyani.

Menkeu: Kerja sama transmisi energi perlu ditindaklanjuti
Sri Mulyani Sebut Indonesia Harus Bangun Kemandirian Energi
Sri Mulian berharap PLN bisa membuat rencana bersama untuk menurunkan emisi gas rumah kaca

Koresponden: Astrid Fazla Al Habiba
Editor: Klik Dewanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *