jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 16, 2024

Pada tahun 2023, anggaran yang dikeluarkan untuk pengembangan kelapa sebesar Rp341,83 juta.

Manokwari (JurnalPagi) – Pemerintah provinsi (Pemprov) berkomitmen mengembangkan komoditas kelapa di lahan seluas 70 hektare, tersebar di Kabupaten Manokwari seluas 35 hektar dan di Kabupaten Teluk Wondama seluas 35 hektar.

Pada tahun 2023, anggaran yang dikeluarkan untuk pengembangan kelapa sebesar 341,83 juta rupiah, kata Kepala Bidang Budidaya Dinas Hortikultura dan Pertanian (TPHBun) Papua Barat Benedict Harry di Manukwari, Sabtu.

Ia mengatakan, dana tersebut diubah menjadi program bantuan 8.400 bibit kelapa premium serta biaya tanam dan pemeliharaan per hektar sebesar Rp 2 juta untuk kedua kabupaten tersebut.

Bantuan bibit kelapa yang dibagikan kepada petani desa Kasbadari kecamatan Sidi kabupaten Manukwari sebanyak 4200 bibit unggul dan 4200 bibit kepada petani desa Samburu kecamatan Windsi Vandama teluk.

Harry berkata: “Kami telah mendistribusikan ribuan benih 100% melalui kantor terkait di distrik ini dan mengamatinya langsung di gurun pasir.”

Ia berharap pemerintah kabupaten memberikan pendampingan teknis budidaya secara rutin kepada petani agar kelapa dapat dikembangkan menjadi salah satu komoditas unggulan.

Ribuan benih kelapa premium tersedia di petani di setiap daerah, karena budidaya benih kelapa harus mengikuti sejumlah peraturan untuk menjaga kualitas.

“Para petani sudah mengetahui bahwa mereka harus mendapatkan benih dari pohon induk terpilih karena mereka tidak dapat memanennya,” kata Harry Benedictus.

Ia mengatakan, pemerintah daerah terus mendorong petani agar memiliki kemampuan mengolah produk turunan kelapa seperti minyak kelapa Vizio yang bernilai ekonomi tinggi.

Namun pengolahan minyak kelapa Vizio belum memenuhi permintaan konsumen dari tujuh wilayah yaitu Manukwari, Manukwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintoni, Teluk Wundama, Kaimana dan Fakfak.

“Pemerintah kabupaten memerlukan dukungan mitra untuk mengolah lebih lanjut minyak kelapa visio. Petani perlu dilatih keras untuk memproduksinya,” kata Harry.

Perekonomian Papua Barat Tumbuh 5,89% pada Kuartal IV 2023.

BPS Papua Barat: Jumlah Penumpang Maskapai Naik 21,92%

Rektor IPB: Mekanisasi Akan Meningkatkan Produktivitas Pertanian di Papua Barat

Koresponden: Franciscus Salo-Weking
Editor: Ahmed Bochuri
Hak Cipta © JurnalPagi 2024