jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 16, 2024

Saat ini kami memiliki cukup modal untuk menjadi anggota penuh OECD.

Jakarta (JurnalPagi) – Pemerintah menilai Indonesia memiliki modal yang cukup untuk menjadi anggota resmi Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

Mohamed Hadianto, Koordinator Sifat Kerja Sama Ekonomi dan Keuangan Multilateral serta Lembaga Keuangan Internasional Kementerian Koordinator Perekonomian, menilai hal tersebut bisa dinilai dari peran Indonesia di kancah dunia, kinerja perekonomian yang kuat, dan struktur pemerintahan yang stabil.

“Saat ini kami memiliki modal yang cukup untuk menjadi anggota penuh OECD,” kata Hadianto dalam debat publik INDF yang digelar secara virtual di Jakarta, Kamis.

Indef: Keanggotaan OECD Dorong RI Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi

Terkait peran Indonesia dalam konteks internasional, Hadianto menyoroti keberhasilan presidensi G20 pada tahun 2022.

Menurutnya, dengan terselenggaranya forum ini, Indonesia berhasil menunjukkan jati dirinya sebagai negara yang mengedepankan dialog dan konsensus.

“Meskipun kita ingat saat itu Ketegangan geopolitik Di antara Ukraina dan Rusia, di antara negara-negara anggota G20 lainnya, angkanya tinggi, namun Terima kasih Tuhan Beliau berkata: Syukurlah kita dapat mengatasi tantangan internal dan menjaga G20 tetap kuat.

Selain itu, terpilihnya Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN (KTT) 2023 juga menjadi bukti kesiapan Indonesia untuk berperan lebih besar dalam konstelasi global.

Mengawali aksesi, Airlangga berharap mendapat dukungan dari anggota OECD

Dalam pemaparannya, Hadianto menilai kinerja perekonomian Indonesia yang baik juga menjadi cara tersendiri untuk menjadi anggota tetap OECD.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,04 persen year-on-year (YoY) mulai kuartal IV tahun 2022. Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tercatat kumulatif sebesar 5,05 persen (c-to-c) selama tahun 2023, menjadikannya salah satu yang tertinggi di dunia.

Dari segi pertumbuhan ekonomi, Indonesia lebih rendah dibandingkan Tiongkok (5,20%), Filipina (5,57%) dan Uzbekistan (6%). Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat 5,05 persen sejajar dengan Vietnam yang juga mencatatkan angka yang sama.

Indonesia telah kembali menjadi negara berpendapatan menengah atas (berpenghasilan menengah ke atas) Dengan pendapatan nasional bruto (GNP) sebesar US$4.580 per kapita.

Hadianto menjelaskan, cara Indonesia menjadi anggota OECD juga tercermin dari keberhasilan Indonesia menyelenggarakan pemilu 2024. Hal ini menunjukkan stabilitas politik dan kinerja sistem. Pemeriksaan dan keseimbangan.

Dengan resmi menjadi anggota OECD, diharapkan kerja sama multilateral dengan negara-negara maju dapat mendukung pembangunan Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Indonesia sedang mempersiapkan kawasan Asia Tenggara yang nantinya bisa menjadi kawasan kekuatan ekonomi global, terutama dengan Penutup Atau Kurangi jaraknya dalam pembangunan berkelanjutan melalui Reformasi struktural Dan pasar yang lebih terintegrasi.”

Menko Irlanga Pamer Kinerja Perekonomian Indonesia di Depan Perwakilan OECD

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Irlanga Hartarto mengatakan Indonesia memiliki proses persetujuan aksesi OECD paling cepat, hanya tujuh bulan.

Proses aksesi OECD merupakan proses di mana 38 negara anggota mencermati calon negara potensial dari berbagai aspek sebelum mereka diterima menjadi anggota resmi OECD.
partikel untuk benda langsung
Airlanga berharap proses aksesi yang kini sudah dimulai hanya memakan waktu dua hingga tiga tahun. Sementara itu, proses aksesi berbagai negara untuk menjadi anggota resmi OECD rata-rata memakan waktu lima hingga tujuh tahun.

Koresponden: Bayo Saputra
Redaktur: Nusarina Yuliastuti
Hak Cipta © JurnalPagi 2024