Pelatih asal Maluku Utara itu mengakui penyelesaian akhir timnya bermasalah

Jakarta (JurnalPagi) –

Pelatih Malot United Imran Nahomaruri menilai penyelesaian timnya melawan Seman Padang pada leg pertama semifinal Liga 2, Minggu, bermasalah.

Pada laga yang dilangsungkan di Stadion Madia Jakarta itu, Maluku Utara sempat tertinggal melalui gol Firman Juliancia yang memanfaatkan kesalahan Rio Sapotro.

Laskar Ki Raha menyamakan kedudukan menjelang pertandingan berakhir melalui gol Hari Noor Yulianto pada menit ke-88.

Game plan kami tidak berjalan baik di babak pertama, jadi perubahan dilakukan di babak kedua. Tapi masalah kita adalah solusi akhir.”

Kami sebagai tuan rumah sangat menyesal. Pelatih Tolho menambahkan: “Kami memiliki banyak penguasaan bola dan kami memiliki banyak peluang namun kami tidak mencetak gol.”

Pelatih Kepala Seman Padang Kecewa Timnya Tak Bisa Pertahankan Keunggulannya

Meski tak mampu meraih kemenangan, Imran bersyukur timnya melewati pertandingan tanpa kendala kebugaran fisik.

Pasalnya dibandingkan tim Seman Padang yang beberapa pemainnya mengalami cedera atau kram saat bertanding, permasalahan tersebut tidak terjadi di kubu Maluku Utara.

Salah satu pemain kunci Malot United, Mohamed Bagos Nirvanto, mengatakan meski hasil imbang kurang memuaskan, namun tetap ada yang patut disyukuri.

Mantan Pelatih Kepala PSIS Semarang ini mengatakan, hasil ini tetap kita syukuri dan untuk laga selanjutnya kita harus berusaha semaksimal mungkin dan lebih gigih dari hari ini agar bisa melaju ke babak selanjutnya.

Malot akan hadir sebagai tim tamu pada leg kedua babak semifinal di markas Seman Padang pada 8 Februari mendatang.

Seman Padang mencetak hasil imbang 1-1 pada laga yang dipandu Malot United.

Koresponden: Rauf Ender Adipati
Editor: Jafar M. Siddique
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *