jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 20, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Dokter penyakit dalam, konsultan endokrinologi metabolik dan diabetes RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Wismandari menyoroti pentingnya deteksi dini kelainan kelenjar tiroid yang terbagi dalam dua kategori, yakni kelainan bentuk dan fungsi.

Perubahan bentuk kelenjar tiroid dapat terlihat jelas oleh individu atau melalui pemeriksaan kesehatan, sering kali ditandai dengan adanya benjolan yang teraba atau terlihat di area leher, kata Wisma.

Kelainan Bentuk Karena kelainan dapat kita lihat dengan mata telanjang, maka orang akan merasakan atau melihat adanya benjolan. Bentuk ini kami bagi menjadi dua bagian, yang satu menyebar dan yang lainnya menggumpal atau nodular, kata Wisma Online, Selasa.

Dokter Jelaskan Kondisi Kelenjar Tiroid yang Perlu Dioperasi

Gangguan Tiroid Seringkali Tidak Disadari Penderita

Wisma menjelaskan, malformasi kelenjar tiroid terbagi dalam dua kategori, yaitu malformasi difus yang biasanya halus saat disentuh, dan massa nodular yang biasanya kasar dan teraba.

Klarifikasi Wisma, Diagnosis kelainan kelenjar tiroid melalui berbagai metode, antara lain pemeriksaan fisik, USG (USG) dan terkadang diperlukan CT scan.

Namun, penting untuk melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh terlebih dahulu oleh dokter untuk menentukan langkah selanjutnya.

Sementara itu, disfungsi tiroid seringkali dapat dirasakan oleh orang-orang melalui gejala yang dialaminya, atau terlihat oleh orang lain melalui perubahan perilaku atau fisik.

Wisma menjelaskan, gangguan fungsi tiroid terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu hipertiroidisme dan hipotiroidisme.

Kami membagi gangguan fungsional menjadi dua kategori, ada yang hipertiroidisme, ada pula yang hipotiroidisme. Wisma berkata: “Jika Anda menderita hipertiroidisme, Anda memiliki terlalu banyak hormon tiroid, dan jika Anda kekurangan, itu adalah hipotiroidisme.”

Gejala yang sering dikaitkan dengan hipertiroidisme termasuk penurunan berat badan yang tidak diinginkan, gemetar, detak jantung cepat, keringat berlebih, dan kegelisahan.

Sebaliknya, hipotiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid tidak memproduksi cukup hormon tiroid.

Katanya: Gejala hipotiroidisme antara lain penambahan berat badan, rasa dingin yang berlebihan, kelelahan, sulit tidur, dan sulit berkonsentrasi.

Deteksi dini gejala disfungsi tiroid dapat membantu orang dalam diagnosis dan pengobatan yang tepat. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui apakah seseorang menderita hipertiroidisme atau hipotiroidisme.

Tujuh Tanda Masalah Kelenjar Tiroid

Masalah Tiroid Lebih Sering Terjadi pada Wanita, Ini Alasannya

Dokter FKUI Mendiagnosis Kanker Tiroid Berdasarkan Mutasi Genetik

Koresponden: Pangeran Hanifah
Diedit oleh: Zita Mirina
Hak Cipta © JurnalPagi 2024