jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 20, 2024

Strategi dan positioning Golkar pakai coat tail effect Pak Jokowi, karena meski tidak mencalonkan diri sebagai presiden, namun masih banyak peminatnya.

Jakarta (JurnalPagi) – Irfan Wahid, konsultan Komunikasi Politik Strategis (IPWS) Ipang Wahid, menilai faktor terbesar dibalik perolehan suara Partai Golkar pada hitung cepat pemilu legislatif 2024 adalah cover effect. (efek ekor mantel) Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia menjelaskan, Golkar menjadi satu-satunya partai yang tidak menggunakan coat effect calon presiden dan wakil presidennya pada Pemilu 2024 dan memilih menggunakan coat effect Jokowi.

Strategi dan posisi Golkar pakai efek ekor mantel Pak Jokowi karena meski tidak mencalonkan diri sebagai presiden, namun pendukungnya masih banyak, kata pria yang akrab disapa Ipang itu di Jakarta, Senin.

Menurutnya, Golkar hadir sebagai “rumah baru” bagi pendukung Jokowi yang jumlahnya masih berada di kisaran 73-80%, terutama bagi sebagian pendukungnya yang terlantar akibat renggangnya hubungan antara Jokowi dan PDIP.

“Dengan menguatnya tali silaturahmi antara PDIP dan Jokowi belakangan ini, otomatis sebagian pendukung Jokowi mungkin akan bingung memilih partai mana. Itu yang dimanfaatkan Golkar,” ujarnya.

Ipang mengatakan, langkah Golkar ini bukan tanpa alasan karena beberapa kader partai sudah menunjukkan dukungannya terhadap Jokowi.

“Golkar menampilkan dirinya sebagai rumah baru pendukung Jokowi, saya kira bukan hanya karena Pak Irlanga Hartartu adalah Menteri Koordinator Perekonomian. Juga, Pak Lohut adalah Menteri Koordinator Kelautan dan Perikanan. Jadi dalam perekonomian ini sektor Golkar adalah salah satunya Segalanya Bagi Pak Jokowi dan masyarakat bisa menerima dan melihatnya.”

Selain itu, lanjutnya, Golkar sudah lama mempertahankan posisinya sebagai bek kanan Jokowi.

Sejak awal tahun 2019, pendukung Pak Jokowi hingga saat ini hanya Golkar. Hal inilah yang dijadikan pengganti oleh Golkar. Golkar Jokowi untuk Indonesia atau Jokowi Golkar. Makanya banyak sekali iklannya. “Saya pikir pendekatan ini sangat efektif,” katanya.

Tak hanya dari koefisien coat effect, kuatnya kualitas calon legislatif yang diusung Golkar juga berpengaruh terhadap peningkatan perolehan suara partai tersebut pada quick count.

“Calegnya adalah tokoh-tokoh ternama yang mempunyai daya tarik di daerah pemilihannya. Saya juga mendengar bahwa mereka sudah sangat aktif di daerah pemilihannya sejak lama. Selain itu, Pak Irlenga sebagai ketua umum juga menjaga dan mendukung kinerja tersebut. calon legislatif aktif, katanya. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika perolehan suara Golkar meningkat signifikan.

Sementara soal pengaruh calon presiden Prabowo Subianto terhadap peningkatan suara Golkar, Ipang menyebut pencalonan Prabowo bersama Gibran di Pilpres 2024 akan menambah perolehan suara, namun jumlahnya tidak sebesar pengaruh Dam Kat.

“Harusnya berdampak pada Prabhu karena dia mendukung, tapi Prabhu bukan anggota Golkar, jadi otomatis Golkar tidak mendapat efek apa pun. ekor mantel Siapapun yang mendapat suara pasti partai Malik Prabowo, ujarnya sebelumnya.

Berdasarkan hasil hitung cepat salah satu lembaga survei, Indeks Politik Indonesia, Golkar menempati posisi kedua dengan perolehan suara 15,22 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan hasil pemilu legislatif 2019 yang memperoleh 12,31 persen suara.

Partai tersebut juga diprediksi akan menambah jumlah kursi di Senat dari 85 kursi pada 2019 menjadi 93-109 kursi.

Koresponden: Nadia Putri Rahmani
Redaktur: Agus Setivan
Hak Cipta © JurnalPagi 2024