jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 22, 2024

Melatih pekerja laki-laki dalam memanfaatkan cuti sebagai orang tua secara optimal

Jakarta (JurnalPagi) – Direktur Eksekutif Indonesia Business Coalition for Women’s Empowerment (IBCWE) Vita Crisanti mengatakan penerapan kesetaraan di tempat kerja memerlukan komitmen dari pimpinan hingga level terbawah sebuah perusahaan.

“Perlu komitmen dari top manajemen ke bawah,” kata Vita Crisanti dalam diskusi tersebut, “Jadi jangan hanya HR yang melakukan kegiatan A, B, C, tapi tidak ada komitmen dari atas.” “ Acara “Mengobati Pengalaman Sosial Kerja” di Jakarta, Kamis.

Menurut Vita Crisanti, misalnya, perusahaan bisa memberikan dukungan kepada pekerjanya Cuti orang tua Untuk wanita dan pria

Vita Crisanti mengatakan: “Untuk pekerja perempuan, cutinya tiga atau empat bulan, sedangkan untuk laki-laki, banyak perusahaan yang mulai menerapkan cuti lebih dari batas minimum.”

Menteri PPPA ingin menciptakan dunia yang setara bagi laki-laki dan perempuan

Kementerian Ketenagakerjaan menyambut baik pedoman kesetaraan di tempat kerja

Di sisi lain, perusahaan juga didorong untuk melatih pekerja laki-laki agar bisa memanfaatkan mereka Cuti orang tua Baik untuk menafkahi istri yang baru saja melahirkan dan menjalin ikatan emosional dengan anak.

“Memahami apa yang harus dilakukan pekerja laki-laki saat menerima persalinan Cuti orang tuaJangan habiskan untuk bermain permainan atau Bersih,” Dia berkata.

Perusahaan kemudian juga dapat memberikan pengaturan kerja yang fleksibel bagi pekerja laki-laki dan perempuan.

Ketika laki-laki memanfaatkan pengaturan kerja yang fleksibel ini, meminta izin datang terlambat, mengambil cuti setengah hari karena harus mengantar istrinya yang sedang hamil ke dokter, menjemput anak, atau menghadiri konser anak, hal ini juga merupakan hal yang tidak baik. upaya yang harus dilakukan. kata Vita Cresanti.

Meski demikian, pihaknya tidak menampik masih adanya perbedaan pendapat terhadap pekerja yang menggunakan sistem kerja fleksibel.

“Seringkali ada candaan Mana yang tidak terlalu lucu, misalnya, istriku, kamu mau pergi ke mana?’ Dia berkata.

Oleh karena itu, pemberian fasilitas pengaturan kerja yang fleksibel juga harus dibarengi dengan perubahan budaya kerja di perusahaan.

IBCWE dorong penilaian kesetaraan gender di tempat kerja

Kesetaraan Gender di Tempat Kerja, Apakah Positifnya Bagi Bisnis?

Koresponden: Anita Premata Devi
Diedit oleh: Zita Mirina
Hak Cipta © JurnalPagi 2024