Opera memperkenalkan Aria, asisten browser dengan kecerdasan buatan

Jakarta (JurnalPagi) – Opera, browser web populer, memperkenalkan Aria, asisten kecerdasan buatan terintegrasi yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman menjelajah bagi pengguna.

Aria menggunakan teknologi GPT OpenAI untuk menyediakan layanan kecerdasan buatan generatif secara gratis di browser itu sendiri, membuka peluang baru untuk kerja sama dengan kecerdasan buatan.

Dibangun di atas arsitektur “Komposer” Opera yang inovatif, Aria menawarkan berbagai fungsi kepada pengguna. Baik itu menjelajahi web, menulis teks atau kode, atau mencari informasi produk, Aria bertindak sebagai antarmuka obrolan yang memungkinkan interaksi tanpa kendala dengan kemampuan AI.

Selain itu, Aria mengintegrasikan hasil web secara langsung, yang semakin meningkatkan pengalaman pengguna.

Infrastruktur dasar Komposer Aria memungkinkan koneksi dengan berbagai model AI dan memiliki rencana untuk memperluas dan menambahkan lebih banyak kemampuan di masa mendatang.

Ekspansi ini mencakup kerja sama dengan mitra utama Opera untuk menyertakan layanan pencarian mereka dalam penawaran Aria.

Meskipun saat ini tersedia dalam akses awal, Aria tersedia di lebih dari 180 negara di berbagai platform.

Pengguna Opera PC dapat mengakses Aria dengan mengunduh Opera One versi terbaru (versi yang disempurnakan), sedangkan pengguna Android dapat memilih versi Opera beta yang dapat diunduh dari Google Play Store.

Dengan mengintegrasikan Aria ke dalam Opera, pengguna kini dapat memanfaatkan kekuatan kecerdasan buatan dalam aktivitas penelusuran mereka dan mengakses konten internet terbaru.

Dengan mengintegrasikan layanan kecerdasan buatan secara mulus ke dalam browser, Opera berencana untuk mendefinisikan kembali pengalaman menjelajah dan memberi pengguna kemampuan yang lebih canggih untuk berbagai tugas. Artikel ini diterbitkan oleh Gizmochina pada Rabu (24/5).

Lazada for LazzieChat, chatbot berbasis ChatGPT

OpenAI memperkenalkan aplikasi ChatGPT khusus untuk pengguna iOS

Civitas Akademika ITB: Gunakan ChatGPT Sebagai Sarana Belajar

Penerjemah: Fetor Rochman
Diedit oleh: Aida Nurjahani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *