jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 16, 2024

JAKARTA (JurnalPagi) – Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi seperti gangguan ginjal, stroke, dan serangan jantung. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pencegahan, salah satunya adalah olahraga.

Poin penting lainnya dalam mengendalikan diabetes adalah olahraga teratur. Rekomendasi WHO untuk aktivitas fisik total bagi orang sehat berusia 18-64 tahun adalah 150 menit per minggu, hal ini juga berlaku bagi penderita diabetes.

Spesialis kedokteran olahraga dari RS Pondok Indah, Bintaro Jaya dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp. KO menyebutkan bahwa olahraga teratur memiliki banyak manfaat bagi penderita diabetes, antara lain mengontrol kadar gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, memperbaiki profil lipid darah, menurunkan persentase lemak tubuh, menurunkan dan mengontrol tekanan darah, meningkatkan kekuatan otot, daya tahan otot dan sendi. . Meningkatkan proprioception, mencegah neuropati perifer, meningkatkan kebugaran dan kualitas hidup.

Namun, ada gejala yang harus diperhatikan oleh penderita diabetes sebelum mulai berolahraga.

Untuk mengobati pra-diabetes

Studi: Tidak berolahraga bisa lebih buruk daripada merokok

Penderita diabetes yang baru berolahraga bisa melakukan olahraga aerobik intensitas sedang, seperti jalan kaki atau bersepeda statis, dibarengi dengan latihan kekuatan otot, kata dr. Antonius dalam keterangan resminya, Rabu.

Selain itu, dr. Antonios menjelaskan, kombinasi latihan aerobik dan kekuatan otot dapat lebih bermanfaat dalam mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil.

Selain itu, latihan kelenturan seperti yoga dan pilates juga bisa dilakukan kapan saja. Sebelum berolahraga, penderita diabetes sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

“Pastikan kadar gula darah normal selama berolahraga, lakukan pemanasan sebelum berolahraga dan lakukan pendinginan setelah berolahraga. Pastikan juga Anda minum cukup cairan dan jangan memaksakan diri,” kata Dr. Stop saat Anda terlalu lelah.” Antonius

Selain olahraga teratur, pola makan juga harus disesuaikan untuk mengendalikan diabetes. Pasalnya, kadar gula darah dapat menyebabkan berbagai gangguan pada tubuh, baik pada pembuluh darah besar, pembuluh darah kecil maupun saraf.

Dokter spesialis penyakit dalam, konsultan endokrinologi, metabolisme, dan diabetes di RS Pondok Indah, Bintaro Jaya, mengatakan, kadar gula darah yang tinggi jika tidak dikendalikan dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan komplikasi yang fatal. Leny Puspitasari, Sp. PD-KEMD.

Pengaturan pola makan merupakan poin penting dalam pengendalian diabetes. Hal ini dapat diwujudkan dengan menerapkan 4J yaitu: jenis makanan, jumlah atau porsi makanan, rencana makan dan gaya memasak.

Penderita diabetes tetap diperbolehkan mengonsumsi karbohidrat, hanya saja harus memilih jenis karbohidrat dengan bijak. Pilih karbohidrat kompleks dan alami seperti nasi, kentang, ubi dan hindari tepung dan makanan yang mengandung gula.

Untuk protein, sebaiknya pilih yang memiliki sedikit lemak. Jumlah atau porsi makanan juga menjadi hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan makan.

Untuk menjaga agar kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari, pola makan harus teratur, misalnya tiga kali makan utama dan tiga kali kudapan.

Diana Felicia Suganda mengatakan, “Jangan lupa, pilih cara memasak yang tepat, hindari pengolahan makanan dengan cara digoreng. Pengolahan makanan yang dianjurkan untuk penderita diabetes adalah dengan cara digoreng, dikukus, dikukus, dipanggang atau dipanggang. Sp. GK, M.Kes sebagai Ahli Gizi Klinis.

Perubahan Perilaku di Masa Pandemi Tantangan Menerapkan Pola Hidup Sehat

Dokter memperingatkan bahwa tidak berolahraga dapat meningkatkan risiko diabetes

Olahraga teratur bantu turunkan risiko diabetes

Pengkhotbah: Maria Cecilia Gallo Praiodia
Editor: Alviansia Pesaribo