jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 25, 2024

JAKARTA (JurnalPagi) – Konsultan ortopedi dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional, dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana mengatakan, ada berbagai jenis obat yang bisa menyebabkan tulang rapuh jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama.

Dalam diskusi kesehatan yang digelar secara online di Jakarta, Selasa, Dr. Ifran Saleh Sp.OT(K) dari RSCM Kencana menyatakan, obat steroid, obat penenang, dan obat kemoterapi bisa dengan cepat membuat tulang rapuh jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Steroid, obat yang digunakan untuk asma, penderita gangguan kekebalan tubuh, atau lupus atau nyeri rematik akibat radang sendi, serta orang yang memakai obat penenang yang dapat membuat tulang rapuh dalam jangka waktu lama, atau obat lain yang membuat tulang rapuh. Kemoterapi kanker , tapi ambillah saat sedang bulanan.”

Menurutnya, masyarakat yang sering menggunakan obat-obatan tersebut, perlu dilakukan pemeriksaan kepadatan tulang menggunakan alat Densitometri mineral tulang (BMD) untuk mengetahui apakah kepadatan tulangnya mengalami penurunan.

Enam Cara Mencegah Keropos Tulang

Orang yang menggunakan obat steroid dan obat penenang disarankan untuk menjalani tes kepadatan tulang.

Bila hasil pemeriksaan menunjukkan kepadatan tulang normal, maka tidak perlu dilakukan pemeriksaan ulang selama tidak ada keluhan.

Namun bila dari pemeriksaan terlihat kepadatan tulang mengalami penurunan, maka dokter akan meresepkan obat bifosfonat seminggu sekali atau sebulan sekali, atau memberikan suplemen untuk mencegah pengeroposan tulang, tergantung tingkat keparahan kondisi tulang.

Dokter Ifran mengatakan, pasien tersebut disarankan menjalani pemeriksaan kepadatan tulang setiap enam bulan sekali.

Kalau tulangnya termasuk golongan osteopenik atau lunak, kita cukup suplemen saja, misalnya 500 mg hingga satu gram kalsium, vitamin D3 antara 1000 hingga 2000 unit internasional (IU) setiap hari, dan itu cukup untuk tulang. dia menjelaskan.

Tapi kalau tulangnya rapuh atau rapuh, ada tablet atau infus, tambah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Raisa Cegah Keropos Tulang dengan 3S

Dr Ifran mengatakan, pengeroposan tulang secara klinis merupakan gejala yang tidak dirasakan karena prosesnya yang memakan waktu lama.

Gejala biasanya baru dirasakan saat tulang mulai membungkuk ke depan, atau tulang terasa nyeri karena patah tulang yang bukan disebabkan oleh cedera serius, melainkan karena mengangkat benda berat, lanjutnya.

Ia merekomendasikan pemeriksaan massa tulang bagi orang-orang yang menggunakan steroid atau obat penenang pada usia muda, wanita yang telah berhenti menstruasi atau menopause selama lebih dari lima tahun, dan pria berusia 70-an dan 80-an.

Menurutnya, lansia sebaiknya melakukan olahraga ringan seperti senam peregangan otot dan jalan kaki agar tulang tetap dalam kondisi baik.

Peneliti China telah mengembangkan teknik baru untuk mengatasi pengeroposan tulang
Untuk mencegah osteoporosis, konsumsilah makanan kaya kalsium sejak muda

Koresponden: Fitrah Asy’ari
Redaktur: Meriati
Hak Cipta © JurnalPagi 2024