jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 25, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – PT Manulife Asset Management Indonesia (MAMI) menyatakan kondisi pasar global sedang bergerak “naik” atau mengalami pertumbuhan positif pada tahun 2024.

Setelah itu, pasar Asia semakin memberikan dukungan dan juga pasar domestik terus mencatatkan kinerja positifnya.

“Ekonomi global diperkirakan tumbuh moderat tahun ini dan inflasi diperkirakan lebih datar dibandingkan tahun 2023,” kata Mami Ezra Nazola, direktur pelaksana dan kepala eksekutif investasi pendapatan tetap, dalam prospek pasar Indonesia tahun 2024. siklus mereka.” Di Jakarta, Kamis

Ezra menjelaskan, sentimen pasar yang semakin positif terutama disebabkan oleh ekspektasi penurunan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve Fund Rate (FFR).

Manulife memberikan $1 juta kepada Kiva untuk mempromosikan peluang ekonomi inklusif di negara-negara berkembang utama di Asia.

Menurut Dot Plot FOMC bulan Desember 2023, penurunan suku bunga diperkirakan akan lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Hal ini juga menegaskan ekspektasi pasar terhadap keputusan Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga pada tahun 2024.

Saat ini, suku bunga Federal Reserve masih berada pada level 5,25-5,50%. Rapat kebijakan Federal Reserve AS (FOMC) pada Desember 2023 memperkirakan suku bunga acuan akan turun menjadi 4,6% pada tahun 2024.

Dot Plot FOMC pada bulan Desember 2023 menunjukkan bahwa penurunan suku bunga bisa lebih besar dari perkiraan sebelumnya, sehingga menegaskan ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga Fed yang lebih agresif pada tahun 2024, kata Ezra.

Ezra menjelaskan, faktor kedua yang mempengaruhi pasar global adalah optimisme Duduklah dengan tenang Perekonomian AS saat ini berada dalam kondisi ideal, tidak terlalu kuat untuk mendorong inflasi, namun tidak terlalu lemah untuk menyebabkan resesi.

Manulife, Herbert Smith Freehills, dan Hyatt berkolaborasi untuk mengungkap bakat terpendam pelajar Singapura.

Kondisi tersebut memperkuat pandangan ke depan bahwa inflasi akan terus menurun dan perekonomian masih moderat.

Menurutnya, perkembangan suku bunga AS dan prospek perekonomian menjadi katalis utama bagi keseluruhan pasar global.

Hampir seluruh sektor memberikan kontribusi yang sama terhadap penguatan pasar, hal ini menunjukkan optimisme terhadap prospek perekonomian secara keseluruhan.

Penurunan efisiensi (Pengembalian) Treasury AS telah jatuh di semua periode, hal ini merupakan respons terhadap ekspektasi Federal Reserve terhadap penurunan suku bunga pada tahun 2024 dan hasil lelang Treasury AS yang kuat. Indeks dolar AS yang terus melemah menjadi faktor positif bagi pasar keuangan dunia.

Selain itu, pasar keuangan di Asia juga diperkirakan akan lebih mendukung. Pertumbuhan ini didukung oleh ekspektasi kebijakan moneter yang lebih akomodatif, melemahnya nilai tukar dolar AS, kemiringan imbal hasil Treasury AS, penurunan harga minyak global dan ekspektasi perbaikan perdagangan global yang menguntungkan kawasan Asia. wilayah.

Namun, Ezra memberikan beberapa catatan mengenai bahaya yang mungkin terjadi pada tahun ini. Pertama, volatilitas bisa terjadi jika penurunan suku bunga The Fed tidak sesuai ekspektasi.

Pasar memperkirakan penurunan sebesar 150 basis poin (bps), sedangkan The Fed hanya memangkas sebesar 75 bps.

Selain itu, masih terdapat risiko geopolitik di beberapa kawasan. Meningkatnya konflik di Timur Tengah, antara Israel dan Hamas, dapat berubah menjadi perang proksi antar negara.

Di kawasan Asia, pemilu di Taiwan dapat mengubah arah politik diplomatik dan geopolitik antara Taiwan dan Tiongkok.

Sementara pemilu AS pada 5 November 2024 bisa mengubah arah diplomasi dan geopolitik dunia, kata Ezra.

Koresponden: Bayo Saputra
Diedit oleh: Addie Biru
Hak Cipta © JurnalPagi 2024