jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 22, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Aktris Nikita Wiley membeberkan sejumlah cara menghadapi anaknya saat mengalami trauma makan di rumah.

“Kita semua tahu bahwa trennya adalah makan di meja makan, jadi aturan di rumah saya adalah kami biasanya makan di meja dan anak-anak ada di meja. Kursi tinggiKalau anak mau bangun dari kursi berarti proses makannya sudah selesai, kata Nikita pada acara HUT ke-70 IDAI di Jakarta, Sabtu.

Nikita menuturkan, anak pertamanya, Isa, mengalami trauma setelah melakukan perjalanan jauh bersama kakek dan neneknya di Jepang.

Sesampainya di sana, dia berkata bahwa Yesus diberi makanan ringan yang sangat enak.

Nikita Wiley Gunakan Pola Asuhan Anak dengan Rutinitas Normal

Nikita Wiley Bagikan Tips Agar Anak Minat Makan

Jika kakek dan neneknya bisa memberi makan Yesus, mereka bahkan akan menyanyikan sebuah lagu dan memuji cucu mereka. Alhasil, sekembalinya ke rumah, putranya selalu menangis setiap kali duduk di kursi makan.

“Pada akhirnya anak saya terluka, saya tahu karena dia selalu duduk di atasnya Kursi tinggiKata Nikita sambil menangis, dia benci makan.

Akhirnya, agar sang anak tidak dipukul, Nikita melakukan hal tersebut Atur ulang minggucara mendekatkan makanan kepada anak selama seminggu.

Nikita menjelaskan, saat itulah ia kembali mempelajari menu-menu yang tertarik disantap Isa.

“Lalu saya kembali ke jendela menyusui bayi, jadi setelah dua setengah hingga tiga jam saya hanya memberinya makan. Saya tidak menyuruhnya makan, saya hanya berdiri di sampingnya,” katanya.

Nikita mengaku tak berkomentar agar sang anak tidak semakin terluka dan fokus memastikan Yesus makan.

Menurutnya, ketika Yesus merasa lapar, ia makan seperti manusia pada umumnya.

Alhamdulillah berhasil karena mengikuti rasa laparnya, sehingga ketika dia lapar, dia makan tanpa henti, katanya.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Unit Koordinasi Gizi dan Penyakit Metabolik (UKK) IDAI, DR. dokter. Titis Pravitasari, SpA(K) mengatakan, anggota keluarga seperti kakek dan nenek seringkali secara tidak sengaja menjadi pengalih perhatian pada waktu makan anak.

Hal ini harus diatasi melalui penanaman disiplin dan pelatihan permisif. Selain anggota keluarga, hal lain yang dapat mengalihkan perhatian anak saat makan adalah barang dan aktivitas orang tua di sekitar meja makan.

“Seringkali anak-anak duduk Kursi tinggi, kita (orang tua) seenaknya saja, makanya anak tidak punya teladan. Jadi tidak hanya gadget“Tapi orang-orang di sekitar bisa mengganggu, apalagi kalau tinggal di pinggir gang, pasti terdengar klakson, teriakan tukang ketoprak, dan lain-lain,” kata Titis.

Titis berpesan kepada seluruh ibu yang memiliki anak untuk menghindari cedera dengan konsisten menerapkan pola makan, termasuk bersabar dalam mempraktikkannya bersama anggota keluarga lainnya.

Selain itu, Titis juga menyarankan agar anak tidak makan dalam jangka waktu lama.

“Pastikan bayi tidak makan di belakang Anda, dengan tenang, tanpa suara. makan Adalah Makanlah, jadi tidak perlu lama-lama. Hanya 20-30 menit Apakah itu bagus“Kalau dia kenyang kita habiskan, kalau dia lapar kita beri lagi,” ucapnya.

Lima Tips Penting Makan Sehat untuk Anak

IDAI: Jangan alihkan perhatian anak dengan barang elektronik saat menyusu

Pakar “Gizi Bertanggung Jawab” Beberkan Rekomendasi Penanganan Anak Gangguan Makan

Koresponden: Harilvita Dharma Shanti
Diedit oleh: Zita Mirina
Hak Cipta © JurnalPagi 2024