jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 24, 2024

Menurut Kelompok Internasional Klub Jurnalis Muda yang dikutip AFP, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak usulan pemerintah Israel untuk memulai perundingan baru dengan kelompok Palestina Hamas untuk pembebasan warga Israel yang ditahan di Jalur Gaza.

Channel 13 Israel melaporkan bahwa seorang menteri Israel yang tidak disebutkan namanya menguraikan kerangka umum kesepakatan yang dibahas dalam beberapa hari terakhir yang bertujuan untuk menjamin pembebasan tahanan Israel yang ditahan oleh Hamas.

Pembicaraan diperkirakan akan dilanjutkan melalui mediator yang tidak disebutkan namanya, namun Netanyahu dilaporkan menolak langkah tersebut.

Keputusan untuk menolak tawaran tersebut, seperti diberitakan saluran berita tersebut, dibuat tanpa koordinasi dengan Menteri Kabinet Perang Benny Gantz dan Gadi Eisenkot.

Channel 13 juga melaporkan pernyataan dari pejabat politik yang tidak disebutkan namanya yang mengklaim Netanyahu mempersulit pencapaian kesepakatan untuk membebaskan para sandera.

Sementara itu, kantor Netanyahu mengumumkan dalam pembicaraan tersebut bahwa syarat permintaan Hamas adalah mengakhiri perang, namun ditolak mentah-mentah oleh perdana menteri.

Israel mengklaim bahwa Hamas telah menyandera 136 warga Israel di Gaza sejak 7 Oktober, sementara Hamas menuntut gencatan senjata di Gaza dan pembebasan tahanan Palestina dari penjara Israel sebagai imbalan atas pembebasan sandera Israel.

Tentara Israel telah melancarkan perang dahsyat di Gaza sejak 7 Oktober, menewaskan 24.448 orang dan melukai 61.504 orang.

Menurut Otoritas Palestina dan PBB, konflik tersebut telah memaksa lebih dari 85 persen penduduk Jalur Gaza, atau sekitar 1,9 juta orang, mengungsi.

Sumber: Anadolu

Penasihat Keamanan Netanyahu Sebut Hamas Belum Terkalahkan
Sekjen PBB Serukan Gencatan Senjata di Gaza, Aksi Perubahan Iklim dan Kecerdasan Buatan

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Ari Novarina
Hak Cipta © JurnalPagi 2024