jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 24, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Ketua Dewan Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) I Dewa Gede Palguna mengatakan, pihaknya akan melayangkan surat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta terkait pengaduan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar. Utsman.

Palguna mengatakan, surat ini akan dikirimkan besok, Rabu (17/1). Surat itu dibahas dalam rapat MKMK hari ini, Selasa (16/1).

“Kami diminta rapat hari ini, bukan untuk keterangan, kami diminta menyampaikan sikap Pengadilan TUN atas pengaduan Pak Anwar Osman,” kata Palguna usai bertemu di Gedung Mahkamah Konstitusi RI Jakarta.

Namun Palguna enggan membeberkan isi surat tersebut karena tak ingin menghalangi pihak pengadilan. Katanya: “Suratnya sudah ditulis, tapi saya tidak bisa menyampaikan isi surat itu.”

Pada Jumat (24/11/2023), Anwar Osman mengajukan pengaduan terhadap Suhartoyo ke PTUN Jakarta. Berdasarkan laman resmi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PTUN Jakarta, perkara tersebut telah menyelesaikan pemeriksaan pendahuluan kelima pada Selasa malam.

Seperti dilansir laman “Pemeriksaan Pendahuluan” di situs resminya, PTUN Jakarta memang telah menjadwalkan agenda “Sikap MKMK” pada Rabu (17/1) pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya, Ketua MK Suhartoyo mengaku belum menerima salinan surat pengaduan dimaksud. Karena itu, dia belum mengetahui isi permohonan Anwar Osman.

Kami belum menerima salinan pengaduan secara resmi. Jadi, apa yang sebenarnya ingin Anda tanggapi secara institusional?” kata Suhartoyo saat ditemui di Gedung Mahkamah Konstitusi RI, Jakarta, Rabu (10/1).

Menurut Suhartoyo, penunjukan dirinya sebagai Ketua MK menggantikan Anwar Osman sudah sesuai ketentuan yang berlaku. Ia juga menyebut gugatan Anwar Osman Khalli tidak menguatkan kerja hakim konstitusi.

Secara kelembagaan, produk yang dikeluarkan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga nantinya lembaga peradilan TUN dapat memahami dan juga memperkuatnya, kata Suhartoyo.

Sementara Anwar Osman saat ditemui di Gedung Mahkamah Konstitusi RI, Jakarta, Rabu (10/1), enggan membeberkan isi gugatan yang diajukannya ke PTUN Jakarta. Meski demikian, ia mengaku siap datang ke PTUN Jakarta jika dipanggil nanti.

Anwar Osman berkata: “Saya adalah warga negara yang paling berprinsip dan taat hukum, lihatlah.”

Diketahui, Suhartoyo terpilih menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi baru menggantikan Anwar Usman yang diberi sanksi pemecatan oleh MKMK. Anwar Othman telah melanggar kode etik dan perilaku hakim dalam putusan perkara Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang batasan usia calon presiden dan wakil presiden.

Suhartoyo Sebut MK Punya Formula PHPU Adil Tanpa Anwar Osman
Ratusan Masyarakat Tuntut Keadilan untuk Anwar Osman
Ketua MK Tegur MKMK Tetap Jaga Independensi
Ketua Mahkamah Konstitusi Mengangkat Anggota Tetap MKMK

Koresponden: Fateh Putra Molya
Editor: Guido Merong
Hak Cipta © JurnalPagi 2024