jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 25, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Dokter penyakit dalam, spesialis jantung, Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo, dr. dokter. Ika Prasetya Wijaya Sp.PD KKV mengatakan merokok menyebabkan gangguan kesehatan dan penyakit penyerta hingga tiga kali lebih banyak dibandingkan bukan perokok.

Lanjutnya, Orang yang menderita darah tinggi pasti akan mengalami peningkatan penyakit jantung koroner sebesar 3 kali lipat, jika menderita diabetes maka angka tersebut akan meningkat 3 kali lipat hingga 9 kali lipat, kemudian merokok akan meningkat 3 kali lipat lagi. temukan, yaitu beberapa kali lebih banyak dibandingkan orang yang mengkonsumsi. Jangan merokok, kata Ika pada diskusi kesehatan yang digelar secara online di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan, merokok dapat mempengaruhi kualitas hidup dan kualitas kerja masyarakat, karena perokok aktif juga menularkan penyakit kepada perokok pasif sehingga dapat menyebabkan kondisi yang lebih serius.

Aktivitas fisik teratur penting untuk menjaga kesehatan jantung

Dokter: Perokok pasif 4 kali lebih mungkin terkena kanker paru-paru

Jika perokok memang terjangkit penyakit tersebut, Ika mengatakan kesembuhan mereka mungkin lebih lambat dibandingkan mereka yang tetap menjalani pola hidup sehat. Selain itu, jika Anda mengidap penyakit jantung, Anda perlu mengonsumsi obat-obatan, ada yang perlu diminum seumur hidup tergantung kondisi jantung Anda.

Selain merokok, faktor risiko penyakit jantung yang perlu diwaspadai adalah riwayat penyakit jantung dalam keluarga, stroke, dan keguguran dini.

Genetika akan berperan dalam hal ini, dan ada kondisi lain yang mempercepat penyakit jantung koroner, sindrom antifosfolipid, pada wanita yang mungkin mengalami keguguran dini atau terkena stroke di usia muda Ika pun berkata.

Jika ada riwayat penyakit jantung dalam keluarga, ia menyarankan untuk memulai pemeriksaan kesehatan rutin setahun sekali mulai usia 20-an dan serius melakukan aktivitas fisik untuk deteksi dini gangguan jantung. Selain itu, hindari stres karena dapat meningkatkan denyut nadi dan mempercepat kerusakan dinding pembuluh darah sehingga berisiko mengalami penyempitan.

Metode pengurangan risiko dapat menurunkan jumlah penyakit tidak menular

Makan sehat, olahraga, dan hindari merokok untuk mencegah penyakit jantung

Kemenkes: Perokok Berisiko Gagal Jantung

Koresponden: Fitrah Asy’ari
Diedit oleh: Zita Mirina
Hak Cipta © JurnalPagi 2024