jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 25, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Penuaan bukanlah masa yang datang secara tiba-tiba, sehingga Anda bisa mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapinya. Para lansia, belum tentu tidak berdaya, menderita penyakit dan kemudian menjadi beban keluarga bahkan negara. Jika Anda mempersiapkan diri dengan matang, suatu saat Anda bisa menjadi senior yang sehat dan sejahtera yang justru akan lebih bermanfaat.

Meniru peran dokter. KRT. Radjiman Wedyodiningrat, seorang lanjut usia yang mengepalai BPUPKI (Badan Pemeriksa Upaya Awal Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 29 Mei 1945. Sebagai anggota tertua (saat itu berusia 66 tahun), tabib istana yang menyendiri ini mengemukakan masalah ini dengan kebijaksanaannya sendiri. Gagasan tersebut memerlukan landasan filosofis bagi pemerintah Indonesia. Menurut tokohnya, Presiden Soeharto mencanangkan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) pada tanggal 29 Mei 1996 di Semarang.

Pada tahun 2024, puncak perayaan Hari Lanjut Usia dilaksanakan pada hari ini (29 Mei) di Aceh Utara dengan tema “Indonesia Peduli Lansia Bermartabat” yang dihadiri oleh Menteri Sosial Terry Rismaharini. Dalam acara tersebut, 27 kecamatan di Aceh Utara dan beberapa titik di seluruh Indonesia terhubung melalui conference call.

Menteri Sosial Risma mengatakan, “HLUN kali ini berkomitmen memberikan kehidupan yang layak dan meningkatkan kesejahteraan lansia.

Kementerian Sosial telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan sejak awal Mei dengan berbagai program yang langsung menjawab kebutuhan lansia.

Dari bagian pelayanan kesehatan, operasi katarak, donor darah, dan pemeriksaan kesehatan dilakukan secara gratis. Kemudian, bersama Dinas Pencatatan Sipil dan Kependudukan, Kementerian Sosial memberikan layanan registrasi KTP elektronik dan kartu keluarga bagi lansia.

Menurut Mensos, layanan ini memungkinkan pencatatan secara door to door.tunawisma) Bagi lansia yang tidak bisa datang ke tempat pencatatan.

Kemensos juga memfasilitasi verifikasi nikah dan pembuatan akta nikah bagi lansia. Tidak sampai disitu saja, aksesibilitas lansia juga ditingkatkan dengan pembagian alat bantu seperti kacamata, alat bantu dengar, tongkat adaptif, dan kursi roda.

Bagi mereka yang termasuk dalam kategori calon senior, Kemensos telah memberikan edukasi, pameran karya, dan bantuan modal usaha. Ada pula program Perumahan Hunian Terpadu (RST) dengan rehabilitasi rumah lansia yang tidak layak huni.

Dengan membedakan banyak program sosial yang ditujukan kepada lansia, maka dapat dikatakan bahwa lansia di Indonesia merupakan kelompok yang banyak mendapat perhatian.

Bahkan, kehadiran negara ditandai dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Lanjut Usia, dimana pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap lanjut usia. Perpres tersebut mengamanatkan Kementerian/Lembaga untuk mewujudkan warga lanjut usia yang sejahtera, mandiri dan bermartabat, sebagaimana tertuang dalam tema peringatan HLUN tahun ini.

Para lansia yang masih mencari rezeki dengan berjualan obat-obatan herbal di pasar tradisional. JurnalPagi/Sizuka.





Ketika saatnya tiba

Ketika kita menghadapi masa tua, jangan menyesal karena terlalu tidak siap. Doktor Filsafat Universitas Sonan Kalijaga Yogyakarta Fahruddin Faiz menyampaikan bahwa “waktu adalah sumber daya yang tidak dapat diperbarui” sehingga jika disia-siakan maka banyak peluang yang hilang.

Masa tua seharusnya menjadi saat yang paling membahagiakan karena sebagian besar tanggung jawab hidup telah selesai, jadi Anda hanya perlu menikmati ketenangan pikiran dan bisa menjalani kehidupan yang damai.

Untuk menjadi lansia yang idaman, sehat, sejahtera dan lebih bermanfaat tentunya memerlukan perjuangan yang panjang di masa muda. Berikut beberapa persiapan yang bisa dilakukan:

1. Aliran waktu. Buatlah semacam rencana hidup dari tahun ke tahun, atau bisa juga meminjam konsep “Pelita” (lima tahun pembangunan) dari masa Orde Baru, yang bisa kita jadikan proyek lima tahun. Setiap lima tahun sekali, mengatur unit-unit perencanaan yang akan dilaksanakan dan menetapkan batas waktu paling lambat pada akhir periode ketika seluruh rencana telah dilaksanakan.

Misalnya lima tahun ini, tahun pertama kita bangun rumah pintar, lalu kita buat yayasan sosial, tahun ketiga kita buka sekolah gratis, tahun depan kita bangun website, dan tahun berikutnya kita bangun website. akhirnya kami akan menerbitkan buku. Pleta. Anda dapat segera mulai bekerja dan mendapatkan penghasilan dari program Pelita.

2. Gaya Hidup. Terapkan pola hidup sehat sejak dini karena kesehatan merupakan investasi termahal dalam hidup. Bayangkan, apa gunanya hidup bergelimang harta jika anda sakit, harta anda mungkin terkuras untuk biaya pengobatan dan jika tubuh anda hancur karena penyakit, anda tidak punya apa-apa untuk dinikmati.

Maka jalani gaya hidup hemat dengan membelanjakan uang secara bertanggung jawab, meskipun Anda memiliki banyak harta. Gaya hidup hemat menjanjikan kemakmuran yang lebih besar, sedangkan hidup boros berpotensi membawa Anda semakin dekat dengan kebangkrutan.

3. Pendidikan dan nilai-nilai. Bekali diri Anda dengan pendidikan yang baik dan tingkatkan terus seiring bertambahnya usia, karena proses belajar tidak pernah berhenti karena bertambahnya usia. Setelah itu, pastikan anak Anda mendapatkan pendidikan yang jauh lebih baik dari Anda. Sebab, tantangan masa depan jauh lebih sulit dibandingkan tantangan zaman sekarang. Bekali mereka dengan pendidikan yang berkualitas agar mereka tidak mengalami keterbelakangan peradaban.

Yang tidak kalah penting dari pendidikan adalah penanaman nilai-nilai. Setidaknya ada tiga nilai utama yang sebaiknya ditanamkan pada anak cucu atau anggota keluarga: nilai agama, nilai moral, dan nilai sosial budaya. Dengan memberikan pedoman hidup kepada seluruh anggota keluarga, dipastikan selalu berjalan pada jalan yang benar, bertakwa dalam kehidupan rohani dan beradab dalam kehidupan bermasyarakat. Nantinya, ketika sudah tua nanti, kamu akan bahagia melihat anak-anakmu hidup rukun, minim konflik, dan tanpa perebutan warisan. Cobalah untuk tidak meninggalkan generasi yang bermusuhan.

4. Pengelolaan utang. Jika Anda harus berhutang, pilihlah terlebih dahulu lembaga kredit yang memiliki reputasi baik. Hitung besaran dan rencana bunga serta durasinya dengan cermat. Pastikan Anda hanya memiliki utang untuk kebutuhan pokok (perumahan, kendaraan) dan produktif (modal usaha). Tentukan jangka waktu kredit dengan memperhatikan umur dan akan dibayarkan pada umur tertentu. Usahakan untuk mendapatkan hutang/kredit pada usia kerja Anda dan melunasinya sebelum Anda pensiun. Janganlah mewarisi keluarga yang terbebani hutang.

5. Warisan. Pikirkan tentang warisan berharga yang ingin Anda tinggalkan untuk anak-anak Anda atau generasi berikutnya, lalu berusahalah untuk mewujudkannya. Warisan tidak selalu berupa harta benda, bahkan kita bisa memberikan warisan yang lebih berharga dari itu. Misalnya, wasiat kepada suatu yayasan sosial yang fokusnya menyebarkan kebaikan kepada alam dan sesama, niscaya akan menjadi amal untuk selama-lamanya.

Bermartabat

Tampaknya menjadi persepsi umum bahwa para lansia tidak berdaya karena mereka sudah tua dan menderita berbagai penyakit yang terkadang disebut “penyakit geriatri” yang datang seiring bertambahnya usia dan kemudian menjadi tanggung jawab anggota keluarga, lingkungan. Dan bahkan bisa jadi, mereka tidak berdaya. Bakti sosial

Apabila para anggota keluarga sigap dan sabar dalam merawatnya dengan ikhlas maka akan mendatangkan kebahagiaan, sebaliknya orang lanjut usia dapat menjalani kehidupan yang penuh kesengsaraan dan merantau. Drama masa tua pasti bisa diprediksi sejak dini dengan perencanaan yang matang.

Tetap aktif hingga usia tua menjaga otak dan pikiran tetap sehat serta mengurangi risiko demensia. Terus bekerja dan berpartisipasi dalam kegiatan produktif juga dapat menciptakan rasa harga diri sehingga Anda tidak mudah ditindas—seperti yang biasa terjadi pada orang lanjut usia—karena Anda tidak lagi menganggap diri Anda berguna.

Idealnya, lanjut usia adalah kelompok masyarakat yang memiliki segalanya karena tahapan kehidupannya sudah hampir berakhir. Banyak sekali ilmu dan pengalaman yang mereka peroleh melalui perjalanan panjang pelajaran hidup yang dikumpulkan. Jika “kekayaan” ditopang oleh tubuh yang prima, ia menjadi orang tua yang penuh kebijaksanaan, sumber nasehat bagi generasi di bawahnya.

Alih-alih menjadi beban, keberadaannya ibarat guru kehidupan hebat yang memberi manfaat lebih banyak kepada banyak orang dibandingkan masa mudanya. Beginilah seharusnya orang tua menua dengan anggun.

Disunting oleh: Salmat Hadi Pournomo
Hak Cipta © JurnalPagi 2024