jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 14, 2024

Kami mendorong kesadaran semakin tinggi dan setiap orang dapat memenuhi persyaratan sertifikasi Halal.

JAKARTA (JurnalPagi) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Manparkraf) Sandiaga Ono yakin target seluruh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia untuk memiliki sertifikasi halal pada 18 Oktober 2024 akan tercapai.

Sandiaga mengatakan, pemerintah akan memfasilitasi usaha kecil dan menengah dalam memperoleh sertifikat halal melalui kerja sama dengan kementerian, lembaga, dan asosiasi terkait.

“Kalau tidak salah, ada juga rencana penerbitan sertifikat halal menyatakan diri (pernyataan pelaku komersial). Nanti akan kita dorong agar lebih sadar dan semua orang bisa memenuhi persyaratan sertifikasi halal, kata Sandiaga kepada wartawan usai acara. Awal Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata Indonesia (BBWI) di Jakarta, Senin (26/2) malam.

Saat ditanya apakah tujuan tersebut realistis dan dapat dicapai sesuai jadwal, Sandiaga menekankan pentingnya memulai proses sertifikasi halal sesegera mungkin.

“Kalau tidak dimulai sekarang, kita akan terus menunda. Jadi, kita harus punya kepercayaan diri itu,” ujarnya.

Kewajiban sertifikasi halal diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dengan perubahan Undang-Undang Nomor 2014. 11 Tahun 2020 tentang Penciptaan Lapangan Kerja. Hal ini juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal.

Usaha kecil dan menengah, termasuk pedagang kaki lima, wajib memiliki sertifikasi halal atas produknya paling lambat tanggal 17 Oktober 2024, ujarnya.

Ada tiga produk yang harus bersertifikat halal, yaitu: produk makanan dan minuman. bahan mentah, bahan tambahan makanan; serta produk dan jasa penyembelihan.

Namun Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) menilai kebijakan tersebut menyulitkan pelaku UMKM sehingga berharap dapat menunda penerapan aturan tersebut.

Hanong Harimba Rachman, Wakil Kepala Bidang Industri Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah di Jakarta, mengatakan pada Jumat (23/2), “Kami berharap implementasinya tertunda atau pendekatannya berubah. tidak membuat kecil dan menengah menjadi keras.” ).

Hanong mengatakan sulit mencapai target seluruh usaha kecil dan menengah di Indonesia sudah memiliki sertifikat halal sebelum 18 Oktober 2024. Sebab, rata-rata hanya 200 produk UMKM per tahun yang mendapat sertifikasi Halal.

Omzet sektor pariwisata diperkirakan mencapai 3000 triliun dolar pada tahun 2024.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Minta Masyarakat Lakukan Perjalanan Dalam Negeri

Koresponden : Shofi Ayodyana
Editor : D.Dj. Clevantoro
Hak Cipta © JurnalPagi 2024