jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 16, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah membantu aparatur lembaga tersebut. Sekali pakai yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya pada Pemilu 2024.

Bantuan tersebut bervariasi mulai dari biaya pemakaman hingga bantuan pendidikan hingga anak terlantar dan dibiayai oleh Dana Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kita semua sedih karena ada satu orang yang meninggal dunia, namun saya menghimbau kepada seluruh bupati untuk memberitahukan kepada rekan-rekan petugas yang sedang menjalankan tugasnya dalam rangka pemilu, baik jajaran KPU, pengawas Bawaslu dan lain-lain. , antara lain pejabat terkait untuk membantu, kata Tito di sela-sela kegiatan pemilu Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin.

KPU: Penyelenggara “ad hoc” yang meninggal dunia mencapai 71 orang

Mendagri juga meminta Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri mempercepat administrasi pegawai departemen. Sekali pakai yang meninggal, salah satunya memfasilitasi pembuatan akta kematian.

“Kami sudah sampaikan kepada Dirjen Adipati Kapil untuk menginformasikan kepada seluruh jajaran Adipati Kapil guna mempercepat proses pendokumentasian saudara-saudara kita yang telah meninggal dunia,” ujarnya.

Berkaca dari pengalaman pemilu 2019, Menteri Dalam Negeri Tito menjelaskan pemerintah akan terus mengambil langkah proaktif untuk menekan jumlah petugas pemilu yang meninggal atau jatuh sakit saat menjalankan tugas. Hal ini dilakukan bersama berbagai kementerian/lembaga dan pemerintah sebagai langkah antisipasi agar permasalahan serupa tidak terulang kembali.

Oleh karena itu, beberapa upaya telah dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut, termasuk persyaratannya, kata Tito. Persyaratannya berdasarkan pandangan Menteri Kesehatan, idealnya manusia bisa bekerja terus menerus selama 10 jam.

Mendagri: Mengubah Interpretasi Jam Kerja Akan Mengurangi Kematian Petugas Pemilu

Menurut Tito, pemerintah membatasi usia petugas Sekali pakai Di tempat pemungutan suara (TPS). Sesuai aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU), usia petugas KPPS dibatasi antara 17 hingga 55 tahun. Petugas juga menjalani screening untuk memastikan status kesehatannya.

“Penyaringan ini bagian dari iuran BPJS. Oleh karena itu, kami telah mengeluarkan surat edaran Kementerian Dalam Negeri kepada seluruh pemerintah daerah karena KPU tidak mempunyai dana untuk iuran BPJS petugas. Sekali pakai Dia menjelaskan hal ini.

Selain itu, untuk mengantisipasi kasus-kasus buruk, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menyiapkan fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik hingga rumah sakit untuk membantu memberikan layanan kesehatan bagi pegawai lembaga tersebut, tambah Tito. Sekali pakai Di TPS

BPJS: 63% anggota KPPS berisiko terkena darah tinggi

Kemudian, berdasarkan putusan MK, ada klausul penghitungan suara yang sebaiknya diperpanjang agar petugas tidak kelelahan.

“Kita tahu pemungutan suara dimulai pukul 07.00 hingga 13.00 dan setelah itu penghitungan suara maksimal dilakukan hingga pukul 12.00 malam. Tapi kemudian ada putusan MK yang bisa diperpanjang 12 jam lagi. jam.ditambah. Berarti sampai keesokan harinya, totalnya kira-kira 22 (jam) ditambah 12 (jam), jadi kurang lebih 34 jam.”

Mendagri menambahkan, Putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan penghitungan suara dilakukan tanpa henti patut dipahami dengan benar. tanpa jeda berarti proses agar tidak terjadi penyimpangan moral (moral hazard).

Sedangkan bagi petugas, sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, idealnya masyarakat tidak bekerja lebih dari 10 jam terus menerus.

“KPU berpendapat kenapa tidak berhenti sejenak sampai hal itu terjadi merusakjika merusak Nanti akan dihitung Bahaya moral Kerentanannya jadi terus menerus, tapi bukan berarti orangnya terus menerus, prosesnya terus, ada hitungannya. “Kalau mau ke toilet, orangnya capek, ngantuk sekali, jadi bisa istirahat, sedangkan temannya bisa bekerja,” jelasnya.

Menteri Kesehatan Minta Angka Kematian Petugas Pemilu Turun pada 2029.
Bavaslu Bayar Santunan Bagi Pemantau Pemilu 2024 yang Meninggal Dunia

Koresponden: Narda Margaretta Sinambala
Redaksi : Didik Kusbiantoro
Hak Cipta © JurnalPagi 2024