jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 25, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Menteri Agama (Manaq) Yaqut Choleil Qomas mengatakan peringatan Hari Raya Iskandar mengajak seluruh umat Islam untuk lebih meningkatkan kesalehan sosial dan mempererat hubungan dengan Tuhan SWT di tengah keberagaman dan dinamika sosial saat ini.

Dalam keterangannya di akun YouTube resmi kementerian, Menteri Agama Yaqut mengatakan: “Di tengah keberagaman dan dinamika sosial masyarakat Indonesia, Asra Meraj mengajarkan kita untuk mempererat hubungan dengan Allah SWT, sekaligus menanamkan kesalehan sosial dalam kehidupan sehari-hari.” Agama yang kita saksikan pada hari Kamis di Jakarta.

Yaqut mengatakan, seiring berjalannya waktu, peristiwa kenaikan Nabi Muhammad SAW pada tanggal 27 Rajab 1445 H tidak hanya menjadi sebuah perjalanan spiritual penting dalam sejarah umat Islam di seluruh dunia, namun juga menjadi cerminan dari kehidupan masyarakat hingga saat ini.

Pemerintah Terbitkan SKB Jelang Libur Panjang ke Asra Meraj-Omlek

Jasa Marga: 333 Ribu 137 Mobil Masuk Jabotbek Saat Libur Esra Meraj.

Perjalanan spiritual Rasulullah SAW memberikan banyak pelajaran berharga tentang bagaimana mengembangkan rasa cinta terhadap Sang Pencipta dan sesama manusia.

Misalnya dalam pelaksanaan perintah shalat, filosofinya yang mendalam tidak hanya dijadikan sebagai kewajiban umat Islam untuk memantapkan ketakwaan pribadinya, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan, ketaatan dan ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Dampak sosial dari perintah salat ini sangat besar, karena salat memiliki manfaat spiritual yang mempererat tali silaturahmi antara individu dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ia berkata: “Pada saat yang sama, membentuk masyarakat yang saling mendukung dan mempererat hubungan sosial.”

Di tengah keberagaman yang kini semakin terlihat, Menag terus meningkatkan rasa percaya diri, umat Islam bisa belajar dari kisah sahabat Nabi, Salman al-Farisi.

Bercerita tentang Salman yang melakukan perjalanan panjang mencari kebenaran spiritual hingga akhirnya bertemu Nabi Muhammad (SAW) di Madinah. Sejak saat itu, ia merasa terpanggil untuk memeluk agama Islam yang mengutamakan keadilan sosial dan kasih sayang terhadap sesama.

Dari perjalanannya, Salman menjadi lebih dari sekedar sahabat setia Nabi. Ia juga menunjukkan kesalehannya melalui teladan kebaikan sosial.

“Beliau (Salman) rajin membantu orang-orang miskin dan memperhatikan kebutuhannya. “Salah satu kisahnya yang terkenal adalah ketika Salman menggunakan seluruh kekayaannya untuk membebaskan tawanan perang yang diperlakukan tidak adil,” ujarnya.

Melalui cerita ini, Yaqut berharap dapat mengajarkan seluruh umat manusia tentang pentingnya memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, terutama kepada mereka yang membutuhkan.

Melalui kisah ini, diharapkan umat Islam dapat meningkatkan kesalehan sosialnya dengan menjadikan setiap momen kehidupan menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan membantu sesama.

“Kesalehan sosial bukan hanya tentang beribadah kepada Tuhan, tapi juga tentang bagaimana kita berinteraksi dan membantu orang-orang di sekitar kita. Yaqut berkata: Sebagaimana Nabi Muhammad SAW, beliau mengajarkan, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Presiden dan Wakil Presiden Ucapkan Selamat kepada Esra Meraj Melalui Media Sosial

H-1 Libur Esra Maraj, Berangkat 484.038 Mobil dari Jebutabek

Koresponden: Harilvita Dharma Shanti
Diedit oleh: Zita Mirina
Hak Cipta © JurnalPagi 2024