Mensos Risma: Penanganan daerah 3T itu diatur UU Miskin

Tarakan, Kalimantan Utara (JurnalPagi) – Menteri Sosial Terry Rismaherini menegaskan penanganan masalah di daerah 3T (terdepan, terluar, terbelakang) yang dilakukan Kementerian Sosial diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011. Miskin.

“Oleh karena itu kalau teman-teman yang memberi tenaga, saya minta sama Bapanas, dan itu di UU Miskin, kita mampu sepenuhnya. Tapi memang kabupaten yang tidak mampu, 3T terluar kabupaten Terin itu borderline. dan mundur. Kita bisa mengatasinya dalam hukum.

Dikatakannya, program pemberdayaan masyarakat di daerah 3T bisa dilaksanakan selama penyebab kemiskinan masih ada di daerah tersebut.

Tugasnya, kata dia, sejalan dengan tugas pokok dan tanggung jawabnya, yakni membantu pembangunan di daerah yang terkendala anggaran, misalnya pembangunan sekolah di Majene, Sulawesi Barat, yang ambruk karena pemerintah daerah masih kekurangan dana. .

Katanya: “Jadi waktu saya bilang mau pemberdayaan, apakah Kemensos bisa? Ya, asalkan orang miskin seperti itu.”

Kementerian Sosial juga membantu wilayah Gunung Kidul yang selalu mengalami kekeringan dengan mengalirkan air bersih dari sumber air yang menjangkau pemukiman penduduk dari sebuah gua dengan aliran sepanjang 10 kilometer.

Mensos Risma merealisasikan bantuan kepada masyarakat 3T di Desa Poshtabam

Alhasil, daerah yang sempat mengalami kekeringan kini kembali subur. Masyarakat dapat menanam kembali bibit tersebut di rumahnya masing-masing. Hal itu sudah diembannya sejak menjadi Menteri Sosial.

Dia Ia pun bersedia datang langsung untuk mengatasi permasalahan di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara yang perlu diklarifikasi.

Kementerian Sosial juga membantu mengatasi masalah air bersih di Sembakung, Nunukan, Kalimantan Utara, sementara di Cilincing, Jakarta Utara baru-baru ini.

Menteri Sosial Risma mengatakan, untuk memberikan bantuan, pemerintah daerah telah menyerahkan data warga miskin ke Kementerian Sosial.

Namun, jika terjadi bencana alam, pihaknya akan mengeluarkan surat keputusan (SK) agar pihaknya bisa langsung menyerahkan diri dan mendata warga yang menjadi miskin dan kehilangan tempat tinggal.

Dia berkata, “Rumah orang itu hilang, bagaimana dengan orang itu? Saya akan memimpin untuk melamar ke distrik. Agar dia dapat segera dibantu.”

Kemensos rencanakan pelatihan guru bagi anak disabilitas di Kaltara
Mensos Risma dorong KPM PKH Tarakan punya kemampuan finansial lebih
Mensos Risma menjanjikan air bersih ke rumah warga Sembakong

Penceramah : Devi Nindi Sari Ramadhan
Editor: M. Hari Atmoko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *