Menkominfo: Regulasi terkait hak penerbit akan memperkuat industri pers

JAKARTA (JurnalPagi) – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Ari Setiadi menyatakan pengaturan hak penerbit merupakan kebijakan positif pemerintah yang bertujuan memperkuat industri pers nasional.

Ia mengumumkan peraturan presiden (perpres) tentang Hak penerbit Atau hak penerbit, serta UU Informasi dan Transaksi Elektronik, diperlukan untuk mendukung penguatan industri pers.

“Langkah ini diperlukan agar disrupsi digital tidak merusak keberlangsungan pelaku industri, namun memperkuatnya,” ujarnya dalam siaran pers Kementerian di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, dalam Konvensi Nasional Media Massa: Pers Mewujudkan Demokrasi di Era Digital yang digelar di Jakarta Utara, Senin (19/2), akan ada masa transisi sebelum diberlakukannya aturan hak penerbit. Dari enam bulan

Dia mengatakan, pada masa transisi, perusahaan pers bisa mempersiapkan diri untuk menerapkan aturan tersebut.

“Saya rasa enam bulan bukanlah waktu yang lama, jadi memang harus bekerja dengan cepat dan tepat,” ujarnya.

Ia meyakini penetapan regulasi mengenai hak penerbit dapat membawa perkembangan industri pers nasional.

“Saya yakin semangat ini menawarkan masa depan yang optimis bagi industri pers, yang … lincah (lincah) dan adaptif, industri pers yang berkualitas dan berkelanjutan.”

Kementerian Kominfo: Perpres “Hak Penerbit” dukung jurnalisme berkualitas

Budi mendorong industri pers nasional memanfaatkan peluang digitalisasi global dengan mengembangkan inovasi.

Mengutip data Asosiasi Penerbit Berita DuniaIa mencatat, pendapatan global industri pers akan mencapai 130 miliar dolar AS (sekitar Rp 2 kuadriliun) pada tahun 2023.

Ia mengatakan, angka tersebut merupakan hasil perpaduan aktivitas pemberitaan yang ada dengan teknologi digital, salah satunya peredaran surat kabar digital.

Ia mendorong industri pers nasional untuk merangkul dan mengembangkan teknologi baru serta meningkatkan keterampilan staf untuk menangkap peluang yang muncul.

“Mengerjakan Meningkatkan Karyawan harus memiliki kemampuan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dan peluang perkembangan teknologi.

Menkominfo minta pers terus berinovasi pasca “hak penerbit” disahkan.
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika menjelaskan tentang penggunaan kecerdasan buatan dalam bisnis media massa

Koresponden: Fetor Rochman
Redaktur: Meriati
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *