Menkominfo: Perusahaan telekomunikasi harus menerapkan kecerdasan buatan secara etis

Jakarta (JurnalPagi) – Perusahaan telekomunikasi sebaiknya mendorong penerapan kecerdasan buatan (AI) dengan sejumlah strategi yang mengedepankan etika, kata Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Ari Setiadi (Menkominfo).

Pelaku industri (komunikasi) memerlukan strategi implementasi yang komprehensif baik secara internal maupun sebagai bagian dari ekosistem dimana perusahaan harus terlebih dahulu berinvestasi pada suatu strategi. manajemen perubahan Agar integrasi kecerdasan buatan dapat dilaksanakan secara efektif, kata Bodi pada pembukaan Technology and Telecommunication Summit 2024 di Jakarta.

Bodi menjelaskan, sektor telekomunikasi tidak kebal terhadap dampak teknologi kecerdasan buatan. Buktinya, pemanfaatan AI dapat ditemukan pada tiga aspek, yaitu AI sebagai Penyedia solusi, integrator sistem Dan Pengguna akhir.

Menkominfo: MWC Bisa Tunjukkan Wajah Ekosistem Telekomunikasi Indonesia

Kemudian, tingkat penggunaan kecerdasan buatan yang signifikan terlihat pada proyeksi pangsa sektor telekomunikasi yang mencapai US$ 38,8 triliun (Rs 612 kuadriliun) secara global pada tahun 2031.

Melihat potensi besar tersebut, Bodhi menghimbau agar perusahaan telekomunikasi segera melakukan investasi strategi manajemen perubahan yang dapat digunakan melalui pemetaan potensi kebutuhan perusahaan dengan menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisis dampak penerapan kecerdasan buatan dalam perancangan tata kelola di perusahaan.

Kedua, ia mencatat bahwa kehadiran digital adaptif memainkan peran yang sangat penting dalam penggunaan kecerdasan buatan. Oleh karena itu, para pelaku industri di bidang telekomunikasi hendaknya memprioritaskan peningkatan kapasitas pegawai yang diimbangi dengan keterampilan kerja berbasis pengetahuan kecerdasan buatan.

“Jika hal ini dapat dilakukan dengan menciptakan budaya inovasi, maka penggunaan kecerdasan buatan dapat mempengaruhi perkembangan sektor telekomunikasi,” kata Bodhi.

Menkominfo berdiskusi dengan ITU soal percepatan pengajuan satelit CAKRA-1.

Ia juga mengusulkan strategi ketiga, yakni agar pelaku industri mengutamakan kolaborasi dan penggunaan berbasis AI dengan memperkuat kolaborasi dengan mitra eksternal, misalnya untuk pembangunan. Model bahasa besar (LLM) agar perusahaan dapat memaksimalkan potensi kecerdasan buatan.

Sebagai penutup, Menteri Budi mengutip pernyataan CEO Google yang mengingatkan seluruh pelaku sektor telekomunikasi bahwa kecerdasan buatan akan mendorong masa depan bisnis dan memberikan peluang bagi mereka yang mampu beradaptasi dan inovatif.

“Penempatan ini menunjukkan optimisme dalam menyongsong era AI khususnya bagi sektor telekomunikasi agar tidak menjadi pengguna saja, melainkan sebagai katalis inovasi dan pemanfaatan AI secara produktif sehingga kita dapat mendorong digitalisasi di masyarakat untuk membantu dan meningkatkan produktivitas masyarakat untuk menafsirkannya.” Budi Ari, Menteri Komunikasi dan Informatika, mengatakan.

Menkominfo ajak imigran jadi bagian transformasi digital nasional

Koresponden: Harilvita Dharma Shanti
Redaktur : Siti Zulikha
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *