jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 25, 2024

JAKARTA (JurnalPagi) – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Ari Setiadi mengingatkan generasi muda untuk selalu siap memiliki keterampilan digital demi pembangunan negara di masa depan.

Bodhi meyakini keterampilan digital sangat dibutuhkan seiring dengan semakin maraknya kompetensi digital akhir-akhir ini, terutama sejak kecerdasan buatan (AI) berkembang pesat.

“Teknologi tidak menunggu kita siap, teknologi terus bergerak. Kita tidak punya pilihan selain beradaptasi, merangkul dan terus berpikir kreatif dan kritis,” kata Bodhi dalam pernyataannya, Minggu.

Menkominfo ajak pengusaha manfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan bisnisnya

Pesan tersebut juga disampaikan Bodhi melalui orasi ilmiah pada wisuda Universitas Gerakan Islam Indonesia (UNUSIA) di Taman Mini Indonesia Inda, Jakarta Timur pada Sabtu (15/6).

Bodi mencatat, tanpa persiapan penuh, pada tahun 2030, akan tercipta 85 juta lapangan pekerjaan dengan keterampilan digital yang tidak dapat diisi.

Ia juga mengungkapkan prospek kebutuhan talenta global, yang akan membutuhkan 140 juta pekerja yang mampu secara digital secara global pada tahun 2024. Pada tahun 2025, 65% pekerjaan akan mengharuskan pekerjanya memiliki keterampilan dalam satu disiplin ilmu. Kecerdasan buatan (AI).

Kementerian Kominfo jangkau 24 juta talenta digital lewat GNLD dan DTS

Tak lupa ia juga menyebutkan setidaknya ada tiga profesi yang semakin dibutuhkan dalam lima tahun ke depan, yakni spesialis kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin Rekayasa robot dan arsitek Basis Data.

Oleh karena itu, generasi muda Indonesia yang sudah melek digital hendaknya terus meningkatkan keterampilannya agar dapat memanfaatkan peluang untuk berkontribusi terhadap pembangunan negara di masa depan.

Budi mengingatkan, saat ini dibutuhkan tiga kompetensi utama di bidang digital yang harus dimiliki generasi muda untuk perkembangannya.

KSP Buka Kerjasama Swasta untuk Bertemu 9 Juta Talenta Digital pada tahun 2030

Yang pertama adalah ahli strategi digital untuk merespons tren pasar, yang kedua adalah inovator digital yang mendorong inovasi berbasis data, dan yang terakhir adalah digital pemberdayaan yang mampu memulai kolaborasi strategis dengan ketangkasan dan keterampilan yang kuat.

Ia mengingatkan, dalam pengembangan keterampilan digital, generasi muda Indonesia harus terus menjaga nilai-nilai dan budaya di ruang digital agar hal-hal positif tetap terjaga di era digital.

Bodhi menekankan: Nilai-nilai positif harus ada di era digital.

RI pertimbangkan kerja sama dengan Jepang untuk mengejar 9 juta talenta digital

Peserta PKN II Diminta Kreator Inovasi Memanfaatkan Teknologi

Redaktur : Siti Zulikha
Hak Cipta © JurnalPagi 2024