jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 25, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Ari Setiadi mengajak ekspatriat Indonesia untuk menjadi bagian dari transformasi digital nasional.

Dalam siaran pers yang diterima, Jumat, ia mengatakan: “Saya mengajak teman-teman diaspora yang memiliki wawasan di bidang transformasi digital untuk memberikan masukan bagi perkembangan dan perkembangan transformasi digital di Indonesia.”

Hal itu diungkapkannya dalam pertemuan dengan imigran Indonesia di Hotel Sofia di Barcelona, ​​​​Spanyol, Selasa malam (27/2) waktu setempat.

Perjalanan Boudi Ari ke Spanyol Telah Dimulai

Pemerintah akan segera merampungkan aturan turunan Perpres tentang hak penerbit

Bodhi mengatakan, pihaknya selalu membuktikan bahwa digitalisasi merupakan keniscayaan dalam pengembangan peradaban manusia dan penggerak sosial ekonomi masyarakat.

Ia mendorong para pendatang Indonesia di Spanyol untuk membantu Indonesia. Menurutnya, pemikiran dan masukan para diaspora mempunyai arti penting agar Indonesia dapat terus maju dan melukis bagi pembangunan dunia dalam 10 hingga 20 tahun ke depan.

“Kerja sama diaspora sangat diperlukan untuk kemajuan Indonesia lebih lanjut,” ujarnya.

Menkominfo juga berharap diaspora Indonesia dapat berkontribusi aktif untuk kepentingan nasional. Bahkan, Bodhi Ari mengusulkan aksi seruan bangsa untuk mengkoordinasikan seluruh diaspora demi kepentingan nasional.

Ia meyakini banyak negara yang berebut sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Katanya: Kita tinggal merumuskan kepentingan nasional kita agar tidak tertinggal dari banyak negara.

Dalam kesempatan itu, Bodhi Ari juga menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya untuk mengurangi kesenjangan antar daerah, bahkan mengurangi jumlah daerah tertinggal di Indonesia.

Salah satu tindakan Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah menciptakan Internet di daerah tertinggal.

Tahun lalu kami meresmikannya di Talawood bersama Bapak Presiden Joko Widodo. “Jaringan BTS di seluruh Indonesia, apalagi di wilayah kita, istilahnya luar, terdepan, terbelakang,” ujarnya.

Menurut Menteri Budi Ari, dari total 74.000 desa di Indonesia, saat ini tersisa 9.000 desa.

Saya sudah tiga tahun lebih menjadi wakil menteri desa di PDTT, jadi saya tahu banyak tentang desa ini. Jumlah desa di Indonesia berjumlah 74.961, dan saat ini jumlah desa yang tersisa mencapai 9.000. Saya percaya pada kemauan. Dia berkata: Kami berharap dapat menghapus desa-desa yang tertinggal.

Dalam pertemuan tersebut, setiap diaspora Indonesia yang hadir mendapatkan buku biografi berjudul “Jokowi Hace Realidad El Sueno de Indonesia: Comprender el desarrollo basado en el carácter y los valores humanos” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol.

Buku Darmawan Prasodjo menceritakan tentang kepemimpinan Presiden Joko Widodo dalam memetakan impian dan prestasi Indonesia dalam pembangunan Indonesia di berbagai sektor.

Selain terjemahan bahasa Spanyol, buku ini juga tersedia dalam bahasa Korea dan Arab. Saat ini sedang diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang, Cina dan Swahili.

Menkominfo minta pers terus berinovasi pasca “hak penerbit” disahkan.

Koresponden: Fetor Rochman
Diedit oleh: Zita Mirina
Hak Cipta © JurnalPagi 2024