jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 25, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Menteri Kesehatan (MENX) Budi Gonadi Sadikin menekankan pentingnya pemahaman orang tua dan keluarga tentang gizi untuk mencegah gangguan tumbuh kembang anak akibat gizi buruk kronis pada anak atau stunting.

“Pencegahan stunting dimulai dari pemahaman orang tua dan keluarga tentang pentingnya gizi sehingga dapat membiasakan anak mengonsumsi makanan bergizi agar terhindar dari stunting,” kata Bodi saat membuka pelatihan gizi virtual Royco Nutrimenu yang digelar di Jakarta, Selasa. ». .

Budi mengatakan, empat dari sepuluh anak usia 6 hingga 24 bulan di Indonesia tidak mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI) berdasarkan kebutuhan gizi dan gizi seimbang.

Menurutnya, hal ini meningkatkan risiko perawakan pendek pada anak usia dua tahun.

Edukasi gizi untuk mencegah obesitas dimulai sebelum menikah

Untuk itu, pendidikan menjadi salah satu kunci penurunan risiko stunting pada anak di Indonesia.

“Pelatihan dan pembinaan harus diperkuat melalui berbagai kolaborasi multipihak,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wahidin, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BKKBN), mengatakan pemerintah berupaya menurunkan angka pertumbuhan hingga 14 persen pada tahun 2024.

“Ini upaya bersama Pentahelix, tidak hanya dari pemerintah. Tujuan kita bersama, agar pertumbuhan pada tahun ini tidak melebihi 14 persen,” ujarnya.

Ia mengatakan, BKKBN berupaya menurunkan angka stunting melalui tiga prioritas, antara lain dimulai dari calon pengantin, membantu ibu hamil, dan memberikan gizi seimbang pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika Ajarkan Masyarakat Ubah Cara Berpikir Soal Gizi

Lebih lanjut Vahidin menjelaskan, pada tahap awal menjelang pernikahan, calon pengantin harus yakin akan kesehatan jasmani dan rohaninya.

Beliau mencontohkan: Tiga bulan sebelum menikah hendaknya kamu diperiksa dan dipastikan kesehatannya, tidak anemia atau apa pun, sampai kamu melahirkan anakmu.

Kemudian membantu ibu hamil untuk mendapatkan nutrisi yang tepat, cukup dan bervariasi.

Di sisi lain, para orang tua diimbau untuk meningkatkan pengetahuannya tentang gizi sehingga bisa mendapatkan makanan bergizi cukup dengan harga terjangkau.

Selain itu, 1000 hari pertama kehidupan anak merupakan masa emas pertumbuhan dan perkembangan baik jasmani maupun rohani.

Sejak awal kehamilan hingga anak berusia dua tahun, orang tua diharapkan memberikan pola makan yang seimbang.

Vahidin mengatakan: “Gizi seimbang, makanan bervariasi. Semua itu harus tepat sasaran dan tidak berlebihan untuk mencegah pertumbuhan pendek bahkan obesitas.”

Investasi gizi anak selamatkan masa depan bangsa

Koresponden : Adimas Raditya Fahki P
Redaktur : Siti Zulikha
Hak Cipta © JurnalPagi 2024