jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 25, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Dokter Spesialis Saraf Dr. Henry Riyanto Sofyan, Sp.N(K) mengatakan beban dan tekanan kerja yang tinggi dapat menimbulkan gejala migrain saat bekerja.

Dalam diskusi online, Kamis, ia mengatakan penderita migrain biasanya mengetahui batasan apa yang aman untuk dilakukan dan gejala gejala migrain.

Henry yang juga merupakan penderita migrain mengatakan, menurut pengalamannya, sakit kepala biasanya muncul setelah empat jam bekerja intens di depan komputer.

Namun, ia menegaskan, gejala gejala migrain bisa berbeda-beda pada setiap orang.

Stres bisa menyebabkan serangan migrain
Kenali Migrain yang Tak Disertai Sakit Kepala

Selain beban kerja yang berat, gejala migrain juga bisa dipicu oleh kondisi lingkungan di tempat kerja, seperti langit-langit yang berjamur dan karpet yang berdebu, kata Henry.

Staf Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo menganjurkan agar penderita migrain berolahraga di sela-sela jam kerja untuk merilekskan tubuh guna mencegah gejala migrain.

Misalnya dari Kementerian Kesehatan ada rencana melakukan aktivitas menggerakkan badan setiap 10 dan 12 jam sekali, ini salah satu strategi menghindari stres eksternal akibat pekerjaan yang monoton, kita juga perlu istirahat. Dia berkata: Henry.

Selain itu, ia juga menyarankan untuk membatasi waktu yang Anda habiskan menatap layar komputer tanpa henti maksimal dua jam.

“Melihat komputer istirahat setiap dua jam, melihat ke kejauhan atau melihat sesuatu yang hijau, seperti tanaman, untuk mengurangi stres saat bekerja,” ujarnya.

Perbedaan Migrain dan Sakit Kepala Biasa

Migrain dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke

Koresponden: Farhan Arda Nograha
Redaktur: Meriati
Hak Cipta © JurnalPagi 2024