jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 25, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Firas Hamad, mantan karyawan Meta, mengajukan pengaduan terhadap perusahaan atas diskriminasi dan prasangka terhadap komunitas Palestina.

Dalam laporan Engadget pada hari Jumat, Firas menyoroti prosedur perusahaan dalam mengelola pembatasan konten terkait konflik di Gaza, sehingga mencegah konten tersebut muncul di Gaza. feed dan fitur pencarian

Salah satu yang diungkapnya adalah video pendek yang memperlihatkan hancurnya bangunan di Gaza yang berujung pada tergulingnya Firas pada Februari 2024.

Firas mengetahui, video buatan Mo’taz Azizah, seorang fotografer asal Palestina, digolongkan Instagram sebagai konten cabul.

Otoritas Spanyol memblokir fitur pemilu di Facebook dan Instagram

Saat mengelola video tersebut, Firas menerima laporan yang bertentangan dari karyawan lain tentang kewenangannya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sebulan setelah kejadian, Faras mendapat pemberitahuan bahwa dirinya sedang diperiksa.

Firas memprotes diskriminasi dalam rumah tangga yang dialaminya, namun dipecat beberapa hari kemudian. Alasan pemecatannya karena Firas dinilai melanggar kebijakan yang melarang pegawai menangani masalah terkait akun pengguna milik orang yang dikenalnya secara pribadi.

Firas yang merupakan warga Amerika keturunan Palestina mengaku tidak mengenali Azaiza.

Keluarga Korban Penembakan di Texas Tuntut Activision dan Meta

Dalam gugatannya, Hamad juga menuduh perusahaan teknologi tersebut menghapus komunikasi internal antar karyawan yang membahas kematian kerabat mereka di Gaza.

Selain itu, karyawan yang menggunakan emoji bendera Palestina akan diselidiki pihak perusahaan. Sementara itu, karyawan yang mengunggah bendera Israel dan Ukraina tidak mendapat ancaman serupa dari perusahaan.

Diketahui bahwa Meta dituduh membatasi postingan pro-Palestina di jejaring sosialnya.

UE menyelidiki Facebook dan Instagram atas keselamatan anak

Tahun lalu, dalam surat kepada CEO Meta Mark Zuckerberg, Senator Elizabeth Warren memberitahunya bahwa sejumlah pengguna Instagram menuduh perusahaan menyembunyikan postingan tentang kondisi di zona konflik Gaza.

Pengawas Meta mengatakan tahun lalu bahwa sistem perusahaan telah secara keliru menghapus postingan video di Instagram yang menunjukkan dampak serangan terhadap rumah sakit al-Shafa di Gaza selama serangan darat Israel.

Baru-baru ini, mereka membuka penyelidikan atas kasus yang melibatkan postingan Facebook yang menggunakan frasa “dari sungai ke laut”.

Meta Hadapi Tuntutan Iklan Investasi di Jepang

Threads Menawarkan Fitur Kata Tersembunyi yang Menyembunyikan Kata-kata yang Menyinggung

Penerjemah: Farhan Arda Nograha
Redaktur : Siti Zulikha
Hak Cipta © JurnalPagi 2024