LPS akan membayar Rp 1,78 triliun sebagai klaim penjaminan pada akhir tahun 2023

LPS membayar Rp1,78 triliun setelah memperhitungkan nilai penjaminan maksimal LPS sebesar Rp2 miliar.

Jakarta (JurnalPagi) – Wakil Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Lana Solistianingsieh mengatakan pihaknya telah membayar klaim penjaminan sebesar Rp1,78 triliun dari total simpanan yang memenuhi syarat sebesar Rp2,08 triliun sejak 2005 hingga 31 Desember 2020.

“LPS membayar sebesar 1,78 triliun rupiah setelah memperhitungkan nilai penjaminan LPS maksimal sebesar 2 miliar rupiah, pelunasan pinjaman dan hasil penanganan keberatan nasabah yang diterima LPS,” kata Lana Soelistianingsih di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, sejak resmi beroperasi pada 22 September 2005, LPS telah memproses simpanan 122 bank yang dicabut atau dihentikan izinnya, dengan jumlah rekening sebanyak 325.454 rekening.

Sebanyak 121 bank merupakan Bank Ekonomi Rakyat (BPR) dan Bank Ekonomi Syariah Rakyat (BPRS), sedangkan satu bank lagi merupakan bank umum.

“Jika dilihat dari sebaran jumlah BPR yang diselesaikan oleh LPS di berbagai daerah, Jawa Barat merupakan yang terbesar karena provinsi ini juga memiliki jumlah BPR terbanyak,” kata Lana.

Dikatakannya, Sumatera Barat dan Jawa Timur menjadi dua provinsi berikutnya dengan jumlah resolusi BPR terbanyak, masing-masing 19 bank dan 16 bank.

Meski sudah ada ratusan keputusan BPR/BPRS, ia menyatakan jumlah tersebut relatif jauh lebih sedikit dibandingkan total BPR/BPRS di seluruh Indonesia yang mencapai 1.600 unit.

“Maksudnya apa? Sektor keuangan kita, khususnya perbankan kita, cukup kuat. Bahkan di tingkat BPR, resolusi yang diselesaikan relatif sedikit,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut, Lana menyebutkan jumlah simpanan bank yang belum terpecahkan berjumlah 20.651 rekening dan mencapai 379 miliar Rial.

Menurut dia, tiga faktor utama yang menyebabkan simpanan tidak layak dibayar adalah catatan arus kas yang buruk, bunga simpanan lebih tinggi dari bunga yang dijamin, dan adanya kredit yang tidak sesuai sehingga membuat bank tidak sehat.

Ia juga mengatakan: “Hal ini menjadi perhatian kami dan sudah sering kami sampaikan ke berbagai bank.

LPS bayarkan klaim asuransi nasabah BPRS Mojo Artho
LPS prediksi pertumbuhan ekonomi mencapai 5,12% pada 2024

Koresponden : Uyu Septiyati Liman
Redaktur : Bodhisantoso Budiman
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *