jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 16, 2024

JAKARTA (JurnalPagi) – Liga 2 Indonesia musim 2022/2023 yang terhenti akibat dampak bencana Kanjurohan kemungkinan akan dilanjutkan pada Januari 2023, dan pelatih Persi Pura Jaipura melihat situasi tersebut ideal untuk timnya.

Berbicara di sela-sela peluncuran One Million Ball Superco, Ricky Nelson mengatakan: “Saya pikir ini ideal bagi kami. Liga akan dilanjutkan setelah Natal dan Tahun Baru. Informasi yang kami dapatkan pada 9 Januari dengan sistem keluar akan dipublikasikan. dari rumah.” Indonesia di Jakarta, Kamis.


Menurutnya, dengan dimulainya Liga 2 awal tahun depan, semua pemain akan lebih fokus karena agenda keagamaan sudah selesai. Begitu pula di tahun baru, yang selama ini memiliki banyak rencana.

Berawal dari titik terang, lanjutnya, pihaknya terus berkoordinasi dengan para pemain yang harus berlatih mandiri sekitar sebulan kemudian.

Manajemen Persipura berharap PT LIB segera melanjutkan pertandingan Liga 2

Dia menambahkan: “Kondisi para pemain sejauh ini bagus. Saya kira persiapan kurang dari dua minggu tidak menjadi masalah bagi para pemain. Mereka semua masih berlatih.”

Percy Pura Jaipura saat ini berada di puncak klasemen Grup C dengan raihan 11 poin dari 6 pertandingan. Jika liga dilanjutkan, tim berjuluk Mutiara Hitam itu akan berhadapan dengan PSBS Biak, disusul Kepala Sekolah Palo.

Pelatih yang juga meminati pemain muda ini mengatakan: Saya rasa persiapan kita tidak jauh berbeda dengan Biak (PSBS). Di grup kami, hanya Persepolis yang melanjutkan pelatihannya.

Melihat susunan pemain yang dimiliki saat ini, Persipura Jaipura menjadi salah satu kandidat untuk kembali masuk ke Liga 1 Indonesia musim depan.

Persipura saat ini diperkuat pemain-pemain yang sudah memiliki nama seperti Ramai Melvin Rumakiek, Ian Louis Kabes, Sansan Fauzi, Yustinus Pae dan Boaz Solossa yang dipinjamkan dari PSS Sleman.

Persipura Jaipura ubah jadwal latihan usai Liga 2 ditunda.
Klasemen Liga 2 setelah Persipura kembali memuncaki Grup Timur

Koresponden: Bayu Kuncahyo
Editor: Teguh Handoko