Lapas Sukamiskin menjamin seluruh warga binaan koruptor berhak memilih

Kota Bandung (JurnalPagi) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Sukamiskin, Kota Bandung, Jawa Barat, menjamin seluruh narapidana kasus korupsi kehilangan hak pilihnya dalam pemilihan umum (Pemilo) yang digelar besok, Rabu, 14 Februari. selamat menikmati 2024.

“Ngomong-ngomong, tidak ada satu pun tahanan kami yang dicabut haknya. Artinya, kita harus memberi mereka kesempatan dan hak pilih, kata Kepala Bidang Pembinaan Narapidana Lapas Sukamiskin Madi Bandung, Selasa.

Lapas Sukamiskin Sebut 208 Napi Sudah Sembuh, Termasuk Setia Nuvanto

Maddy mengatakan, pada pemilu 2024, sudah ada 327 narapidana yang terdaftar sebagai pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Ia mengatakan: “Dengan demikian, jumlah narapidana kami saat ini adalah 327 orang, 287 orang di antaranya terkait tindak pidana korupsi dan sisanya merupakan tindak pidana umum.”

Mantan Raja Muda Indramayu Terpidana Korupsi Dinyatakan Positif COVID-19

Ia mengatakan, untuk persiapannya, pihaknya telah menyiapkan dua Tempat Pemungutan Suara Khusus (TPS), tujuh anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dan dua petugas keamanan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Lapas Sukamiskin.

Dikatakannya, “Petugas pemilu di Lapas Sukamiskin mendapat bimbingan teknis (Bimtech) dari KPU, kemudian kemarin kami melakukan simulasi proses atau alur proses pemilu.

Lapas Sukamiskin Sebut Tak Ada Napi Korupsi yang Terkena Covid-19

Maddy memastikan ASN yang ditunjuk menjadi anggota KPPS menjaga netralitas terhadap warga binaan yang memberikan hak pilihnya.

Artinya, kita tidak punya arahan atau arahan terhadap calon presiden atau wakil presiden mana pun, dan tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun, kata Maddy.

Ia juga mengatakan, TPS khusus ini berbasis e-KTP. Narapidana yang tinggal di Lapas Sukamiskin yang bukan berasal dari kota Bandung atau Jawa Barat hanya mendapat satu surat suara, yaitu pemilihan umum presiden dan wakil presiden.

Ia menambahkan, “Otomatis, mayoritas yang akan memilih besok hanya untuk pemilihan capres dan cawapres. Mengapa? “Karena sesuai dengan rata-rata akomodasi yang tidak ada di Bandung,” ujarnya.

Narapidana Korupsi di Lapas Sukamiskin Ditolak Pembebasan Demi Cegah COVID-19

Selain itu, dia menegaskan pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar seluruh narapidana dapat menggunakan hak pilihnya pada hari pemungutan suara.

“Tujuan sebenarnya semua narapidana diharapkan ikut serta dalam Partai Demokrat karena itu salah satu hak yang diberikan kepada mereka,” ujarnya.

Tahanan Sukamiskin Lebih Tertib Usai Pemindahan Stenov ke Gunung Sandor,

Sementara itu, Anggota Dewan Kota Bandung Bayo Mochamed mengatakan keberadaan TPS khusus perlu diwaspadai karena ada kerentanan tertentu seperti walkout pemilih.

Oleh karena itu, kata Baio, pada hari pemungutan suara, pemantau akan dikerahkan untuk memastikan proses pemungutan suara berjalan lancar dan aman, termasuk di penjara dan tempat pemungutan suara khusus lainnya.

“Untuk pengawasan di TPS khusus ini kami pastikan sesuai prosedur, mekanisme, dan persyaratan. Kami monitor di sana. Kami berkoordinasi dengan pengelola TPS setempat,” kata Baio.

Koresponden: Ruby Jovan Primananda
Redaksi : Bagos Susilo
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *