Kualitas daun menjadi alasan pembeli berbondong-bondong datang ke Ketopath Palmera Center

Jakarta (JurnalPagi) – Sejumlah pembeli mengaku senang mengunjungi Sentra Pembuatan Kulit Intan di sekitar Pasar Palmera, Jakarta Barat karena kulit buatan para pedagang memiliki kualitas yang baik dibandingkan tempat lain.

Saya berasal dari Jatingara, Jakarta Timur. “Sebenarnya pasar di sana banyak, saya pesan 400, tapi ternyata daunnya kecil, jadi saya tidak mau saya beli.”

Fekri mengatakan, Daun kelapa muda yang digunakan pedagang kualitasnya lebih baik karena ukurannya lebih besar dibandingkan di tempat lain.

Dari segi warna, ia menilai banyak kulit ketopat yang warnanya lebih terang, sehingga warna luntangi yang dibuatnya lebih cantik dan bersih.

Fekri juga menilai harga yang ditawarkan pedagang tidak begitu mahal dan murah bagi masyarakat.

“Saya ingin membuat lotonang di rumah, jadi saya datang ke sini dan membeli satu kantong plastik berisi 100 cangkang ketupat dan hanya mengeluarkan uang 100.000 rupiah,” kata Fekri.

Pedagang musiman mengisi cangkang berlian di sekitar Bazaar Palmera

Kulit Ketopat Daun Pandan Semakin Populer, Hanya Rp 12.500

Hal serupa juga dibenarkan pembeli lainnya asal Pancoran, Jakarta Selatan bernama Agus. Ia mengatakan harga yang ditawarkan lebih murah dengan kualitas lebih baik. Pedagang juga mempunyai sifat ramah dan sopan.

Saya beli disini karena lebih murah. Lebih mahal di Pasar Minggu dan Jatinegara. “Kalau di Jatinegara dapat Rp 15.000, tapi di sini bisa Rp 7.000 per 10 batok kelapa, jadi selisihnya setengah harga,” kata Agus.

Sebagai penjual sayur Lutoneng, Agus menjelaskan, kulit daun ketupat yang dijual di sekitar Pasar Palmera berukuran lebih besar dan halus sehingga tampilan masakan yang diolahnya lebih menarik perhatian pembeli.

Menurutnya, dengan ukuran daun yang lebih besar, sangat membantunya untuk tidak lagi membuat berlian dengan ukuran lebih kecil.

Lalu dari segi warna, skin diamond kebanyakan mempunyai warna agak putih hingga kuning muda. Warna daun ini lebih populer karena dapat membuat Ketopath terlihat lebih bersih dan tidak kotor.

Agus menjelaskan, jika menggunakan daun berwarna hijau tua, ketupati yang dibuat sering kali terdapat bercak coklat. Seiring dengan semakin lamanya proses perebusan, berarti semakin banyak pula waktu yang dihabiskan di dapur.

Namun, ia meminta agar para pedagang makanan seperti dirinya berhati-hati dalam memilih daun ketupat yang berkualitas agar semua masakan bisa memuaskan pembeli.

“Baru-baru ini? Untuk penjualannya, saya membeli 1.900 cangkang berlian, jadi saya menghabiskan hampir 2 juta rubel. Saya juga tidak ada rencana untuk pulang,” katanya.

Penjual cangkang ketupat mulai membanjiri pasar Klender

Pedagang di Palmera Jual 5.000 Cangkang Berlian Sehari

Ide Membuat Ghee dan Kari Lebih Sehat di Hari Raya Idul Fitri

Koresponden: Harilvita Dharma Shanti
Diedit oleh: Zita Mirina
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *