jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 20, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Anggota Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Betty Epsilon Idros mengungkapkan, masih ada 1.223 TPS yang data pada formulir Model C hasil penghitungan suara tidak sesuai dengan informasi di formulir. sistem informasi penghitungan atau penghitungan. . Aplikasi sircup.

“Untuk pemilihan presiden dan wakil presiden berdasarkan data hari ini tanggal 19 Februari 2024 hari keenam pukul 08.52 WIB masih terdapat 1.223 TPS dari 800.000 TPS yang terjadi kesalahan data. Demikian data yang disampaikan Betty saat jumpa pers di kantor KPU RI, Jakarta, Senin malam.

Menurut dia, kesalahan pemasukan data terjadi karena salinan data Formulir C hasil penghitungan suara yang dikirimkan petugas KPPS ke aplikasi Sirkop tidak terbaca oleh sistem.

Akibatnya, terjadi perbedaan angka antara data formulir C hasil penghitungan suara dengan data yang tersimpan di aplikasi Sirekap.

KPU: SIRCAP Tingkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Hasil Pemilu

Aplikasi Sirekap dikenal menggunakan teknologi Optical Mark Recognition (OMR) dan Optical Character Recognition (OCR).

Teknologi ini memungkinkan pengenalan pola tulisan tangan dan dapat diterjemahkan sebagai nilai numerik. Dengan cara ini, angka-angka yang tertulis dapat difoto di Circup dan segera diubah menjadi data numerik.

Beti dan jajaran KPU RI akan memastikan melakukan evaluasi terhadap sistem Sirekap agar permasalahan serupa tidak terulang kembali.

“Nanti kita lihat segala bentuk penilaian dari sisi teknologi, dari sisi infrastruktur, dari sisi manusia penggunanya. Yang pasti upaya KPU adalah melaksanakannya setransparan mungkin,” ujarnya. .

KPU Klaim Salah Masuk Sirekap Karena Kesalahan Manusia dan Sistem

Lanjutnya, saat ini terdapat sekitar 1,6 juta petugas KPPS yang tersebar di 823.220 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang memiliki akun fungsional Sirekap.

Betty meyakinkan, evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh untuk memperbaiki sistem ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota KPU RI Idham Holik mengatakan penghitungan suara tertunda karena KPU telah melakukan sinkronisasi data TPS dengan data program Sirekap.

Meski demikian, Idham memastikan proses penangkapan yang dilakukan petugas saat ini sedang berlangsung di beberapa kota besar, termasuk Jakarta.

KPU Akui Sirekap Dihentikan Sementara untuk Sinkronisasi

Pemilu 2024 meliputi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR RI, anggota DPD RI, anggota DPRD provinsi, serta anggota DPRD kabupaten/kota dengan daftar pemilih tetap (DPT) tingkat nasional. ) dari 204.807.222 pemilih.

Partai politik nasional peserta pemilu 2024 akan berjumlah 18 partai, yakni (berdasarkan nomor urut) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Buruh, dan Partai Gelora Indonesia, Partai Keadilan Sejahtera. PKS), Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Hanora, Partai Garuda, Partai Kedaulatan Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Demokrat, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Prindoo, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Ummat

Selain itu, ada enam partai politik lokal yang menjadi peserta yakni Partai Nengro Aceh, Partai Etje Busabuh Saat dan Nasl Taqwa, Partai Dar Al Aceh, Partai Aceh, Partai Adel Merfa Aceh, dan Partai Merdeka Rakyat Aceh. Partai Solidaritas.

Sementara pada Pilpres dan Wakil Presiden, ada tiga pasangan yang bertarung, yakni Anis Basudan-Mohimin Iskandar sebagai nomor urut 1, Prabowo Subianto-Jabran Rakaboming Raka sebagai nomor urut 2, dan Ganjar Pranuo-Mehfoud Md. Nomor seri 3.

Sesuai Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022, penghitungan suara nasional Pemilu 2024 dijadwalkan berlangsung pada 15 Februari hingga 20 Maret 2024.

KPU: Dokumen C1 Pilpres dari 64,8% TPS Dikirim ke Sirkap.
Fraksi PKS Minta KPU Evaluasi Perolehan Suara Sirkap

Koresponden: Walda Morrison
Redaksi : Didik Kusbiantoro
Hak Cipta © JurnalPagi 2024